nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Besok CFD-an Yuk! Lari 5 Kilometer Bisa Cegah Anda Stres

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 17 Februari 2018 18:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 17 406 1860855 besok-cfd-an-yuk-lari-5-kilometer-bisa-cegah-anda-stres-Gz1EOL6XtW.jpg Lari (Foto: Netdoctor)

SETIAP Minggu, para keluarga memadati kawasan Car Free Day di beberapa kota besar untuk berolahraga. Cobalah lari sejauh lima kilometer, karena manfaatnya bisa mencegah Anda dari risiko stres.

Ada sebuah studi yang mencoba mengetes seseorang yang hobi lari setiap akhir pekan. Berdasarkan hasil studinya, karena lari orang jadi lebih rileks saat menghadapi sebuah masalah.

Sementara itu, studi ini didasarkan pada dampak negatif dari stres kronis yang memengaruhi hippocampus. Yakni wilayah otak yang bertanggung jawab untuk belajar dan mengingat.

Menambah daftar penelitian, sebuah studi baru mengklaim bahwa seseorang yang hobi lari sejauh rata-rata lima kilometer setiap hari, dapat membantu Anda menyingkirkan stres dan juga melindungi ingatan Anda.

Sebelumnya, juga ada penelitian yang berkaitan dengan olahraga teratur. Ada juga meningkatkan kekuatan otak dan kesehatan mental.

Di dalam hippocampus, ada pembentukan memori dan koneksi antar neuron diperkuat seiring berjalannya waktu. Proses penguatan sinaptik ini disebut potensiasi jangka panjang.

Jika seseorang mengalami stres kronis atau berkepanjangan, dampaknya dapat memperlambat sinapsis, yang menurunkan potensiasi jangka panjang. Pada akhirnya hal itu memengaruhi daya ingat.

"Lari adalah cara yang sederhana dan hemat biaya untuk menghilangkan dampak negatif pada memori stres kronis," kata pemimpin Studi Jeff Edwards dari Associate Professor di Brigham Young University di Utah, Amerika Serikat.

Selama ini, pada dasarnya orang mengeluh sulit mengendalikan stres dalam hidupnya. Karena itu, olahraga sangat ampuh mencegah masalah itu. Lari sejauh lima kilometer dianggap mampu mengatasi dampak negatif dari stres.

Untuk temuan tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Neurobiology of Learning and Memory, tim tersebut menempatkan satu kelompok tikus melewati roda selama empat minggu. Rata-rata, larinya sejauh lima kilometer sehari,

Satu jam setelah induksi stres, para peneliti melakukan percobaan elektrofisiologi pada otak hewan untuk mengukur potensi lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang diberi tekanan yang telah berolahraga memiliki fungsi memori yang jauh lebih besar, daripada tikus yang tidak menjalankannya. Peneliti yakin dampak seperti itu juga dialami oleh manusia.

Karenanya, jangan sia-siakan olahraga setiap hari. Dampaknya baik untuk kesehatan jiwa dan kesehatan mental. Demikian dilansir Zeenews, Sabtu (17/2/2018).

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini