RSUD Tangerang Pulangkan 89 Pasien Difteri, 1 Orang Meninggal Dunia

Agregasi Antara, Jurnalis · Minggu 18 Februari 2018 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 18 481 1861021 rsud-tangerang-pulangkan-89-pasien-difteri-1-orang-meninggal-dunia-UQgQ7Fz6p2.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

PETUGAS medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, Banten, telah memulangkan sebanyak 89 pasien yang terkena penyakit difteri telah dirawat selama beberapa bulan.

"Dari 100 pasien, seorang meninggal dan sembilan orang masih dalam perawatan dan selebihnya dianggap pulih," kata Koordinator Humas RSUD Kabupaten Tangerang Liliek Kholidah di Tangerang.

Liliek mengatakan pasien yang dirawat itu berada di ruang isolasi dan hanya dapat dikunjungi keluarga dan kerabat terdekat.

Masalah tersebut terkait aparat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Tangerang, menuntaskan vasinasi difteri tahap pertama terhadap 1,1 juta anak yang tersebar di 29 kecamatan.

Kepala Dinkes Pemkab Tangerang, Desiriana Dinardianti mengatakan penanganan yang cepat harus segera dilakukan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Pekan ini telah dimulai vaksinasi tahap kedua yang dilakukan oleh petugas Dinkes setempat, Puskesmas maupun aparat medis lainnya.

Hal tersebut karena terdapat 100 pasien difteri yang dirawat pada berbagai rumah sakit di Kabupaten Tangerang, namun seorang diantaranya meninggal dunia.

Difteri merupakan penyakit berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi penderita yang kadang terlambat mendapatkan bantuan medis.

Gejala difteri di antaranya berupa batuk, otot lemas, pembengkakan kelenjer getah bening, pilek, sulit menelan, suara serak, tenggorokan pegal dan demam.

Sasaran imunisasi difteri terhadap warga usia satu tahun hingga 19 tahun karena mereka merupakan berisiko tinggi.

(Baca Juga: Tanda Khas Terjangkit Penyakit Difteri)

Liliek menambahkan pasien yang diperkenankan pulang itu setelah dirawat sejak pekan pertama Agustus 2017 hingga pertengahan Februari 2018.

Dia mengatakan pasien yang dalam perawatan minimal selama enam bulan dan dianggap pulih total agar tidak mengalami penyakit serupa berikutnya.

(Baca Juga: Vaksin Difteri Haram? Begini Penjelasan Imam Besar Masjid Istiqlal)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini