nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Program Bayi Tabung Tidak Selalu Menghasilkan Anak Kembar

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Minggu 18 Februari 2018 07:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 18 481 1861024 ternyata-program-bayi-tabung-tidak-selalu-menghasilkan-anak-kembar-iIRwdxht0I.jpg (Foto: Parentsindia)

PROGRAM bayi tabung, atau disebut juga fertilisasi in vitro (IVF), sering menghasilkan anak kembar, tapi tidak selalu. Peluang hamil anak kembar dari bayi tabung hanya 20-40 persen.

Artinya, setiap satu dari 4 kehamilan merupakan kehamilan kembar. Ini semua tergantung dari seberapa banyak embrio yang ditanamkan di rahim. Biasanya, dokter akan memasukkan banyak embrio dalam satu waktu untuk meningkatkan peluang sukses hamil.

Program bayi tabung melibatkan pengambilan sampel sel telur wanita untuk dibuahi oleh sperma pria di dalam cawan petri. Sel telur yang sudah dibuahi, kini disebut embrio, kemudian diinkubasi selama beberapa hari sebelum akhirnya dimasukkan kembali ke rahim. Setelahnya embrio akan bertumbuh kembang menjadi janin seperti layaknya kehamilan pada umumnya.

Dari sekian banyak embrio itu, mungkin ada lebih dari satu embrio yang tumbuh menjadi janin. Inilah kenapa peluang hamil anak kembar dari bayi tabung bisa cukup tinggi. Bahkan bukan hanya kembar dua, tapi bisa lebih.

Apakah semua program bayi tabung pasti akan menghasilkan anak kembar? Sebenarnya tidak ada jawaban pastinya. Bila Anda hanya menginginkan untuk satu embrio saja yang ditanamkan, sangat kecil kemungkinannya untuk bisa hamil kembar. Meski begitu, satu embrio tersebut bisa saja membelah dua menjadi anak kembar. Anak kembar yang berasal dari satu embrio diswbut dengan kembar identik.

Terlepas dari berapapun embrio yang ditanaman, peluang keberhasilan bayi tabung hanya sekitar 20-35 persen. Peluang sukses hamil akan tergantung dari kondisi sel telur dan sperma yang digunakan.

Usia calon ibu juga memainkan peran penting dalam menentukan kesuksesan program bayi tabung. Wanita yang berusia di bawah 35 berpeluang hingga 39,6 persen untuk memiliki bayi dari program IVF, sementara wanita berusia di atas 40 tahun hanya berpeluang sekitar 11,5 persen. Wanita yang lebih muda memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi karena kualitas sel telurnya masih terbilang baik.

Kondisi kesehatan lainnya yang mungkin menghambat kesuksesan prosedur IVF Anda, termasuk tumor fibroid, gangguan indung telur, tingkat hormon abnormal, dan kelainan rahim. Wanita yang memiliki kondisi-kondisi terkait masalah sistem reproduksi memiliki peluang lebih rendah untuk bisa sukses hamil dari bayi tabung.

(Baca Juga: Ingin Hamil Anak Kembar? Ketahui Dulu Penjelasan Medisnya)

Tapi, Anda dan pasangan jangan putus asa dulu. Tes DNA embrio bisa meningkatkan peluang sukses hamil bayi tabung

Baru- baru ini sebuah penelitian dari University of Oxford dan Genetics Laboratory Reprogenetics di Inggris. menyatakan bahwa melakukan tes DNA pada embrio dapat meningkatkan keberhasilan program bayi tabung hingga 75-80 persen. Bahkan para peneliti menyatakan bahwa tes ini juga menambah peluang hamil bagi wanita berusia di atas 30 tahun.

(Baca Juga: Kisah Haru Ibu Pengganti yang Harus Berpisah dengan Bayi-Bayinya Bikin Menyayat Hati)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini