nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Tahun Dibangun, Begini Kabar Golden Bridge dari BWP Miss Indonesia 2014 di Lebak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 19 Februari 2018 14:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 19 194 1861475 4-tahun-dibangun-begini-kabar-golden-bridge-dari-bwp-miss-indonesia-2014-di-lebak-d5Z4DJlJK2.jpeg Gold Bridge (Foto: M.Sukardi/Okezone)

MISS World tidak hanya mencari sosok perempuan yang cantik rupanya, tapi juga kepribadiannya. Karena itu, program Beauty with a Purpose menjadi hal yang membedakan kontes kecantikan ini dengan yang lainnya.

Sebagai bagian dari program World Tour Miss World 2017, Indonesia berkesempatan untuk menunjukan bukti nyata Beauty with a Purpose-nya. Dan proyek Miss Indonesia 2014 Maria Asteria Sastrayu Rahajeng yang terpilih untuk dipublikasi.

 BACA JUGA:

Picu Kontroversi, Ini Alasan Kate Middleton Tak Kenakan Gaun Hitam di BAFTA 2018

Proyek BWP 2014 itu adalah pembangunan jembatan penghubung antara Desa Cikulur dengan Desa Cimarga yang sama-sama terletak di Lebak, Banten. Perlu Anda ketahui sebelumnya, proyek pembangunan jembatan ini pun berhasil memenangkan Beauty with a Purpose tunggal di saat Miss World 2014.

 

Dan untuk memastikan bagaimana proyek itu berlangsung, tim Miss World datang melihat langsung bagaimana jembatan itu benar-benar berguna bagi masyarakat.

"Kami ingin melihat langsung bagaimana jembatan ini berdampak ke masyarakat sekitar dan ternyata keberadaan jembatan ini benar-benar bermanfaat untuk warga. Kami sangat bersyukur akan hal ini," terang Chairwoman of Miss Indonesia Organization Liliana Tanoesoedibjo, di Lebak, Banten, Senin (19/2/2018).

Liliana juga menjelaskan bahwa adanya jembatan ini memiliki arti tersendiri bagi masyarakat sekitar. Sebab, banyak dari warga yang akhirnya merasa terbantukan, terlebih anak-anak sekolah.

"Anak-anak di desa ini memang setiap harinya menggunakan jembatan ini sebagai alat penyeberangannya. Kalau mereka tidak naik jembatan, jarak tempuh yang mesti mereka tempuh hampir 2 jam. Tentunya hal ini menyusahkan mereka," sambung Liliana.

Tak hanya anak-anak sekolah, masyarakat lainnya juga merasa terbantukan. Liliana menambahkan, akses menuju puskesmas menjadi lebih mudah. Hal ini tentunya sangat bermanfaat, karena kalau harus memutar arah, bisa saja nyawa manusia bisa hilang. Adanya jembatan ini benar-benar bermakna bagi masyarakat.

 

"Kami yakin bahwa setiap proyek Beauty with a Purpose Miss Indonesia bukan sekadar program asal-asalan. Tapi, program yang dilakukan benar-benar berfokus pada kesejahteraan masyarakat," tambah Liliana.

 BACA JUGA:

Ini Alasan Mengapa Menepuk Pulasan Kosmetik Lebih Efektif daripada Mengolesnya

Sementara itu, Liliana juga menuturkan bahwa apapun yang telah dan akan dilakukan Miss Indonesia, semua bertujuan agar terjadi perubahan ke arah humanity yang lebih baik. "Kami terus berupaya untuk memberikan yang terbaik dan tidak akan pernah berhenti membantu sesama," ucapnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini