nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miss V Gatal Saat Haid? Waspada Alergi Pembalut

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Senin 19 Februari 2018 14:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 19 481 1861493 miss-v-gatal-saat-haid-waspada-alergi-pembalut-kpe5p6PI1A.jpg (Foto: Frbiz)

PEMBALUT merupakan benda yang sangat familiar dengan perempuan. Nyaris tiap bulan benda tersebut bakal menemani saat datang bulan. Bagi wanita yang usai melahirkan, pembalut juga selalu hadir selama masa nifas.

Sejatinya ada alat lain seperti tampon, menstrual cup, hingga kain untuk mencegah “kebocoran” selama menstruasi berlangsung, tapi kurang populer di Indonesia. Pembalut seolah menjadi pilihan utama para wanita di Indonesia.

Tapi sayangnya tidak semua orang bisa menggunakan pembalut. Ya, beberapa wanita mengalami alergi pembalut. Kira-kira apa yang menyebabkan wanita alergi pembalut? Seperti apa ciri-ciri alergi pembalut? Ini penjelasan lengkapnya.

Penyebab alergi pembalut

Alergi pembalut juga sering disebut sebagai dermatitis sanitary pad. Hal ini terjadi ketika kulit di sekitar selangkangan bereaksi terhadap pembalut wanita yang digunakan ketika menstruasi. Hal ini bisa disebabkan oleh bahan-bahan yang ada pada pembalut.

Menurut dr. Rachna Pande dari Ruhengeri Hospital di Rwanda, pembalut wanita tidak sepenuhnya murni terbuat dari kapas. Banyak produsen yang mengklaim bahwa pembalut berisi kapas dengan kekuatan menyerap cairan darah secara maksimal. Namun, di sinilah letak bahaya dari alergi pembalut.

Sebagian besar bantalan gel pembalut mengandung dioksin, serat sintetis, dan produk petrokimia. Sebagian kandungan di dalam beberapa merek pembalut juga mengandung plastik yang bisa menimbulkan reaksi tertentu pada vagina.

Lalu, dikutip dari Huffington Post, pembalut umumnya mengandung infinicel. Ini adalah bahan gel yang bisa menampung 10 kali daya berat cairan. Pembalut yang mengandung infinicel jika dibakar akan menghasilkan asap hitam mengepul karena kandungan bahan kimia di dalamnya. Berbeda jika dibandingkan pembalut organik yang terbuat dari 100 persen kapas organik.

Untuk beberapa orang yang mengalami kulit sensitif, Anda kemungkinan akan mengalami reaksi terhadap bahan-bahan kimiawi dalam pembalut.

Alergi pembalut biasanya terjadi dengan ciri-ciri dan gejala berikut ini.

Muncul ruam merah di sekitar vagina

Gatal

Adanya rasa panas seperti sensasi terbakar

Keputihan

Vagina membengkak

Kulit kemerahan

Timbul benjolan gatal

Adakah cara lain selain pakai pembalut untuk menstruasi?

Di berbagai negara, pembalut bukanlah hal satu-satunya yang digunakan ketika menstruasi. Ada tampon, kain, atau menstrual cup untuk menahan darah yang keluar. Namun, kebanyakan produk kewanitaan ini mengandung bahan-bahan seperti rayon, vicose, dan bubur kertas kayu selulosa.

(Baca Juga: Aksi Foto Menunjukan Pembalut Viral di Medsos, Makna di Belakangnya Menyentuh Hati!)

Pembalut dan tampon juga banyak yang mengandung bahan-bahan tersebut. Di mana rayon dan viscose menghadirkan bahaya potensial karena serat penyerapnya yang sangat kuat, yang bisa menempel pada dinding vagina Anda. Serat tersebut bisa tertinggal dan meningkatkan risiko Anda terkena toxic shock syndrome.

Maka dari itu, ada beberapa alternatif lain yang bisa Anda coba, antara lain:

1. Memilih pembalut yang aman

Pembalut organik merupakan pembalut yang menggunakan 100 persen kapas organik. Menggunakan bahan-bahan organik kemungkinan bisa mencegah alergi, dibandingkan dengan bahan-bahan pembalut yang mengandung kimia.

Gunakan juga pembalut yang menggunakan bantalan mengandung bahan hypoallergenic. Hal ini bisa mencegah rasa gatal dan ruam merah tanda alergi pembalut. Pembalut-pembalut sehat jenis ini biasanya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan pembalut biasa tapi mereka akan membantu menangani kulit Anda yang sensitif terhadap pembalut.

2. Jaga kebersihan

Terkadang kulit alergi hanya karena kebersihanya tidak terjaga dengan baik. Selain mengganti pembalut secara teratur, Anda juga harus membersihkan kulit sekitar vagina sesering mungkin. Berapa bantalan pembalut atau perekatnya mungkin tertinggal di sekitar vagina dan menyebabkan iritasi.

(Baca Juga: Celana Dalam Anti-Pembalut ala Mahasiswa IPB, seperti Apa Ya?)

3. Pakai menstrual cup

Berbeda dengan pembalut, menstrual cup yang berbentuk seperti corong minyak ini tidak mengandung bahan pemutih seperti yang terdapat pada kandungan bahan pembalut. Lalu, alat yang juga sering disebut sebagai cangkir menstruasi ini bebas pewangi buatan dari bahan kimia. Area organ intim wanita yang sering terpapar bahan-bahan kimia memang akan lebih rentan gatal atau bahkan iritasi pada permukaan vagina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini