Balita Gizi Buruk Meninggal Dunia

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 19 Februari 2018 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 19 481 1861609 balita-gizi-buruk-meninggal-dunia-gis15vPoAc.jpg Ilustrasi (Foto: Pexels)

FITRI Fadilah (2), penderita gizi buruk, warga Kota Tanjungbalai, akhirnya meninggal dunia pada Senin pukul 06.00 WIB setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Tengku Mansyur, Sumatera Utara.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Fitri Fadillah anak dari pasangan Muhammad Idris (30) dan Marliana (39) diketahui sejak dua bulan lalu mengalami gizi buruk, namun akibat ketiadaan materi membuat orang tuanya tidak mampu membawanya berobat ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis sebagaimana mestinya.

Atas perhatian dan bantuan warga yang peduli, Minggu balita perempuan itu dibawa ke RSUD Tengku Mansyur untuk mendapatkan perawatan medis dan sempat dirawat inap pada ruang anak rumah sakit tersebut.

"Setelah dibantu warga, anak saya sempat dirawat inap dirumah sakit, namun Allah SWT berkehendak lain. Pagi tadi putri kami menghembuskan napas terakhir," ujar Idris yang berdomisili Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung itu.

Idris yang berprofesi sebagai nelayan itu menambahkan, anaknya pernah dibawa ke Puskesmas akan tetapi tidak ada perubahan, bahkan almarhumah tidak mau mengonsumsi obat yang diberikan pihak Puskesmas. Karena tidak punya biaya terpaksa dirawat di rumah saja.

Sementara itu, seorang perawat ditemui di RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai mengatakan, berdasarkan hasil diagnosa medis Fitri Fadilah menderita penyakit gizi buruk akut dengan Kondisi yang sangat memprihatinkan. "Saat dibawa ke sini, pasien (Fitri) sudah dalam kondisi kritis dan pada akhirnya tadi pagi meninggal dunia," ujar perawat yang enggan menyebut namannya.

(Baca Juga: 906.000 Balita di Indonesia Alami Gizi Buruk!)

Kasus gizi buruk dan campak sebelumnya mewabah di Papua. Puluhan anak-anak meninggal dunia, sementara lainnya harus menjalani perawatan medis. Situasi ini mendapat atensi tersendiri dari pemerintah hingga dilakukan pengiriman bantuan dan tenaga medis ke lokasi secara massal.

(Baca Juga: Kaitan Masalah Gizi Buruk dengan Campak, Ini Cara Penanganannya)

Hingga status kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk berakhir pada Selasa 06 Februari 2018, tercatat anak meninggal sebanyak 72 orang. Mereka meninggal akibat campak sebanyak 66 orang dan gizi buruk 6 orang. Jumlah meninggal di RS sebanyak 8 orang sisanya ditemukan di kampung per September hingga 4 Februari 2018 dengan penyebaran merata. Pasien rujuk ke RSUD Agats ditemukan pada 20-22 Januari 2018.

(Baca Juga: Gizi Buruk Bukan Hanya Masalah Kesehatan, Faktor Lain Lebih Dominan)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini