Bahaya DIY Transplantasi Tinja di Rumah Tanpa Dokter Profesional

Widya Marchellin, Jurnalis · Selasa 20 Februari 2018 02:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 19 481 1861647 bahaya-diy-transplantasi-tinja-di-rumah-tanpa-dokter-profesional-mwSXGZhUfF.jpg Bahaya transplantasi tinja sendiri (Foto:Independent)

TAHUKAH Anda bahwa melakukan transplantasi tinja sendiri dapat mengakibatkan penyakit Hepatitis? Berikut informasinya untuk Anda.

Melansir Independent,  Selasa (20/2/2018) para ahli telah mengungkapkan kekhawatiran yang berkembang mengenai meningkatnya tren pencangkokan tinja, karena hal ini dapat membuat orang berisiko tertular penyakit seperti hepatitis.

Transplantasi tinja adalah prosedur yang digunakan untuk membantu memulihkan bakteri usus seseorang yang telah mengalami infeksi Clostridium difficile berulang kali.

BACA JUGA:

Balita Gizi Buruk Meninggal Dunia

Clostridium difficile, atau yang dikenal dengan C. difficile atau C. Diff adalah infeksi yang menyebabkan diare dan masalah serius pada usus. Biasanya penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik.

The Infectious Diseases Society of America mengumumkan bahwa mereka telah memperbarui panduan mereka untuk merekomendasikan bahwa pasien yang tidak dapat diobati dengan antibiotik untuk diare terkait C. difficile harus mempertimbangkan untuk menjalani transplantasi tinja.

Namun, beberapa orang yang menderita masalah usus memilih untuk mencoba prosedur transplantasi tinja dengan do it yourself (DIY) di rumah. Terkait hal ini para ahli telah memperingatkan bahwa melakukan ini merugikan kesehatan sendiri. Padahal untuk melakukan transplantasi membutuhkan proses skrining untuk memastikan keamanan pasien.

Mikroba yang terkait dengan multiple sclerosis, Parkinson dan hepatitis dapat ditransfer ke penerima transplantasi jika mereka tidak hati-hati.

"Mengingat bahwa kita tahu hal-hal yang pada tikus setidaknya dapat ditularkan oleh mikrobioma, namun ini bukan penyebab kepanikan, namun jelas kekhawatiran bahwa hal yang sama mungkin terjadi pada manusia," kata Rob Knight, profesor di University of California di San Diego.

Ketika transplantasi tinja dilakukan oleh profesional kesehatan, donor disaring untuk berbagai kondisi termasuk penyakit menular.

 BACA JUGA:

Anak yang Lebih Pendek Berisiko Tinggi Stroke saat Dewasa

Dengan pemikiran tersebut, pasien yang memiliki pikiran untuk melakukan transplantasi tinja mereka sendiri di rumah meningkatkan kesempatan mereka untuk berkontak dengan mikroba berbahaya.

Seperti kasus pada tahun 2015, seorang wanita yang menjalani transplantasi tinja untuk mengobati infeksi C. difficile akhirnya menjadi gemuk setelah sampel dipindahkan dari anak perempuannya yang kelebihan berat badan.

"Sangat disesalkan sesuatu yang meningkat dalam frekuensi," menurut Profesor Knight.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini