Indonesia Pasok 70 Persen Kebutuhan Vaksin Dunia

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 20 Februari 2018 00:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 20 481 1861837 indonesia-pasok-70-persen-kebutuhan-vaksin-dunia-yOraEyNF5t.jpg Ilustrasi (Foto: Celiac)

JAKARTA – Indonesia melalui perusahaan produsen vaksin PT Bio Farma (Persero) telah memasok produknya untuk 70 persen kebutuhan vaksin di dunia atau sekira 130 negara.

Direktur Utama Bio Farma Rahman Rustan menyatakan Bio Farma ingin menjajajaki potensi kerja sama riset atau produksi yang bisa disinergikan dengan negara-negara sahabat di seluruh dunia.

"Jika sebelumnya kami bekerjasama melalui jalur UNICEF. Selanjutnya, kami harapkan dengan adanya pertemuan ini dapat memudahkan akses kerja sama bilateral karena adanya bantuan dari para Duta Besar RI," kata Rahman dalam pertemuan dengan empat Duta Besar Republik Indonesia yang mewakili setiap benua.

Keempat Duta Besar RI tersebut ialah Dubes RI untuk Iran dan Turkmenistan mewakili Regional Timur Tengah, Dubes RI untuk Rumania mewakili Regional Eropa, Dubes RI untuk Kamboja mewakili Regional Asia Tenggara, dan Dubes RI untuk Peru mewakili Regional Amerika latin.

Rahman menyebutkan meskipun sejauh ini pihaknya masih mendapatkan banyak bantuan dari para Dubes RI di beberapa negara. Namun, Bio Farma sangat membutuhkan saran, diskusi serta dukungan dari Kementerian Luar Negeri dan juga para duta besar dalam menggali potensi lain.

Rahman menambahkan yang paling berpotensi untuk dijajaki adalah produk herbal mengingat potensi biodiversity atau keanekaragaman hayati untuk produk herbal di Indonesia cukup besar.

"Kami fokus pada produk bioteknologi, sehingga untuk kerjasama produk herbal kami ingin mengajak tiga BUMN lain yaitu Indofarma, Kimia Farma, dan Phapros," ujar Rahman.

Dubes RI untuk Iran dan Turkmenistan mewakili Regional Timur tengah Octavino Alimudin berpendapat posisi Indonesia sebagai produsen vaksin dan serum memang sangat diakui oleh dunia, bahkan menjadi potensi pasar baru bagi Indonesia melalui Bio Farma.

"Ini sangat bisa membantu kami untuk bisa menjalin kembali serta merintis segala hal yang tentunya akan menguntungkan bagi kedua belah pihak," tutur Octavino.

(Baca Juga: Bunda! Pahami Efek Pascaimunisasi, Demam dan Bengkak Itu Biasa)

Dia menambahkan ke depannya akan dilakukan kerja sama formal, baik dalam bentuk nota kesepahaman atau kontrak lainnya, atau hal yang ingin diperoleh dari negara masing-masing kawasan. Selain itu, Dubes RI tersebut akan mencari potensi apa yang bisa dijajaki dari negara tersebut.

"Segala hal yang bersifat politik tentunya harus kita jabarkan dalam bentuk kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan," kata Octavino.

(Baca Juga: Banyak Kasus Pemalsuan Obat, BPOM Harus Punya Kewenangan seperti KPK)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini