nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Bahasa Ibu Sedunia, Kapan Anak Bisa Mulai Diajarkan Bahasa Ibu?

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 21 Februari 2018 16:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 21 196 1862663 hari-bahasa-ibu-sedunia-kapan-anak-bisa-mulai-diajarkan-bahasa-ibu-YUWpTC4Lr9.jpg Ilustrasi (Foto: Huffpost)

DALAM rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional, Rabu, 21 Februari 2018, mengingatkan kita betapa pentingnya mengajarkan bahasa asli daerah asal kepada anak-anak.

Mengingat, saat ini anak-anak tumbuh dan berkembang di era globalisasi, di mana mempelajari bahasa asing, seperti Inggris dan Mandarin lebih penting untuk masa depan mereka ketimbang bahasa daerah.

Dalam konteks nasional, Bahasa Ibu dipahami sebagai bahasa daerah atau bahasa yang digunakan oleh ibu kita. Bahasa yang berasal dari daerah seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua. Indonesia sendiri adalah negara yang kaya bahasa daerah. Menurut catatan BPS 2010, terdapat 1211 bahasa daerah dari 34 provinsi di Tanah Air. Oleh sebab itu, jika anak-anak sebagai generasi penerus bangsa tidak diajarkan bahasa daerah, siapa yang akan melestarikannya?

 (Baca Juga: 5 Cara Melabrak Pelakor Paling 'Ganas' di Media Sosial, Nomor 4 Paling Berani!)

Psikolog Klinis, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi, Psikolog menyatakan, bahasa ibu penting diajarkan kepada anak-anak, terutama bila bahasa itu masih dipakai dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat sekitar.

"Mengajarkan bahasa kepada anak, bisa dimulai sejak mereka kecil dengan cara yang fun. Jadi anak pun bisa menerima informasi bahasa dengan senang," ungkap dina kepada Okezone.

Ia menyarankan, ajarkan mulai dari kata per kata dan bagaimana cara mengucapkannya yang benar.

Tidak perlu dulu dipaksakan bagi anak untuk mengetahui struktur kalimat dan tata bahasa yan benar. biarkan anak memahami makna dari setiap kata yang ia pelajari.

"Mulai sejak bayi, si kecil sudah biasakan saja diajak ngobrol menggunakan bahasa daerah, atau diperdengarkan lagu daerah. Tujuannya selain untuk menstimulasi juga meningkatkan bonding antara orangtua dan anak. Sebab dalam usia bayi, tentu anak belum mengerti bahasa," sambungnya.

Ketika anak sudah mulai belajar bicara ajarkan bahasa daerah secara konsisten. Biarkan anak mendapatkan pemahaman dari satu kata dulu, baru dilanjutkan dengan kata lain, atau dengan kata yang sama namun dalam bahasa yang berbeda.

  (Baca Juga: Sisi Lain di Balik Video Viral Bu Dendy dan Pelakor)

"Mengajarkan anak dua bahasa di rumah pun, sah-sah saja sebenarnya. Selama metode pengajarannya dibuat fun dan tidak memaksakan anak. Terpenting adalah pemahaman anak akan setiap kata yang dipelajarinya. Sebab itu adalah modal awal bagi anak agar nantinya bisa membuat kalimat lengkap dan bisa menulis," jelas psikolog lulusan Universitas Padjajaran ini.

Setiap 21 Februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Sedunia yang telah ditetapkan oleh badan PBB, UNESCO, pada 17 November 1999.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini