nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat, Bahaya Orangtua Tidur Satu Ranjang dengan Bayi

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 21 Februari 2018 11:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 21 481 1862489 catat-bahaya-orangtua-tidur-satu-ranjang-dengan-bayi-l1Fqm8q49l.jpg Bahaya tidur bersama dengan bayi satu ranjang (Foto:Zeenews)

ORANGTUA selalu terbiasa tidur satu ranjang dengan bayi dengan alasan kedekatan. Padahal berbagi tempat tidur bisa menyebabkan risiko kematian mendadak pada si kecil.

Mengutip peningkatan jumlah orang tua yang berbagi tempat tidur dengan bayi mereka sebagai alasannya, sebuah penelitian di AS menunjukkan bahwa jumlah bayi yang sekarat yang mati lemas sebelum hari kelahiran pertama mereka meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa tahun terakhir, banyak bukti yang cukup berat menyebabkan di bawah usia satu tahun meningkat dari 12,4% menjadi 28,3% kematian dari tahun 1999. Bahkan sampai 2015, mencapai jumlah 1.000 bayi di Amerika Serikat.

Apalagi saat orangtua meletakkan bantal, selimut atau boneka yang memenuhi kasur untuk tidur. Hal itu padahal membuat ruang gerak bayi menjadi sempit, sehingga mudah meningkatkan risiko kematian.

BACA JUGA:

Cara Christine Hakim Menjaga Kesehatan di Usia 61 Tahun

"Karena ruang gerak sempit, bayi bisa mati lemas. Karena mungkin barang-barang yang dimiliki bisa berbahaya," kata Peneliti Studi David Schwebel dari University of Alabama di Birmingham.

Kematian mendadak itu dapat dialami siapa saja, baik anak laki-laki dan anak perempuan. Terlepas dari ras, etnis atau apakah mereka tinggal di perkotaan atau pedesaan. Setidaknya beberapa risiko peningkatan kematian terjadi fatal dan berbahaya.

Beberapa korban jiwa atau bayi itu dikaitkan dengan penyebab sindrom kematian bayi mendadak. Pada awal penelitian mungkin dikategorikan sebagai sesak napas dan tercekik di tempat tidur.

"Saya pikir mati lemas dan tercekik meningkat karena adanya pergeseran diagnostik," kata Dr Jeffrey Colvin dari Child's Mercy Kansas City.

Untuk mencegah kasus ini, orangtua diminta untuk menjaga bayi di ruangan yang sama namun dengan tempat tidur terpisah. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko sesak napas dan tercekik.

Orangtua harus mempertimbangkan jika ingin tidur satu ranjang, dengan risiko yang rentan terjadi. Meski bayi tidur sendiri di tempat tidurnya, jangan letakkan, bantal, guling, boneka atau selimut yang tebal.

Apalagi, berbagi tempat tidur belakangan ini jumlahnya meningkat paling banyak di antara keluarga kalangan kulit hitam, orang Asia, orang Amerika. Ini juga merupakan populasi tingkat kematian tertinggi yang dialami bayi secara mendadak saat tidur.

"Tempat teraman untuk bayi tidur yakni di tempat tidur bayi atau keranjang, bukan di tempat tidur yang sama dengan orangtuanya," ucap Feldman-Winter.

BACA JUGA:

5 Perbedaan Pesta Pernikahan Pangeran Harry-Meghan Markle dengan Pangeran William-Kate Middleton

Namun, sesuai pedoman dari American Academy of Pediatrics, jika bayi tidur di tempat tidur yang sama dengan orangtuanya, kasur yang digunakan harus kokoh. Lalu, seharusnya tidak ada benda lunak seperti bantal, juga tempat tidur harus berada jauh dari dinding.

Orangtua juga harus menyadari bahwa pembagian tempat tidur paling berbahaya bagi bayi yang baru lahir atau kurang dari usia 4 bulan. Khusus bayi prematur dan bayi dengan berat badan kurang rentan dengan risiko ini.

"Sementara mungkin ada hal-hal yang dapat direkomendasikan untuk membuat peraturan tidur yang aman, kita tidak memiliki studi atau data untuk menentukan faktanya lebih lanjut," pungkas Feldman-Winter, dilansir Zeenews, Rabu (21/2/2018).

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini