nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Kerja Google AI dalam Mendeteksi Penyakit Jantung

Tiara Amalina, Jurnalis · Rabu 21 Februari 2018 17:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 21 481 1862735 cara-kerja-google-ai-dalam-mendeteksi-penyakit-jantung-xgl8zJg4Ie.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BIASANYA seseorang yang menderita penyakit serius harus menjalani proses pemeriksaan yang panjang dan cenderung rumit. Salah satunya penyakit jantung, hal ini dapat terjadi ketika suplai darah ke jantung melalui pembuluh darah koroner terhambat oleh lemak pada pembuluh darah yang biasa disebut dengan aterosklerosis.

Faktor pemicu terbentuknya aterosklerosis yaitu kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Penyakit yang dapat muncul secara mendadak ini sangat sulit dideteksi, maka dari itu ada serangkaian pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mendiagnosis apakah Anda benar-benar menderita penyakit ini, diantaranya yaitu tes darah, X-ray, elektrokardiogram (EKG), angiografi koroner, CT scan, atau MRI scan.

  (Baca Juga: Sisi Lain di Balik Video Viral Bu Dendy dan Pelakor)

Tapi ada kemungkinan di masa yang akan datang, sejumlah pemeriksaan panjang tersebut tidak akan digunakan lagi. Karena saat ini ada robot yang tengah dibuat oleh ilmuwan Google yang akan memudahkan untuk manusia untuk mendeteksi penyakit tersebut.

Seperti yang dilansir dari Dailymail, Rabu (21/2/2018) robot ini bekerja dengan cara memindai retina mata untuk mengetahui seberapa besar risiko Anda terhadap penyakit jantung. Saat melakukan pemindaian pada mata, robot ini juga akan mengetahui data lain, seperti usia, tekanan darah, dan benda ini akan dapat mendeteksi apakah Anda seorang perokok atau bukan. Menurut Google, alat ini akan bekerja sama akuratnya dengan cara yang umum dilakukan.

  (Baca Juga: 5 Cara Melabrak Pelakor Paling 'Ganas' di Media Sosial, Nomor 4 Paling Berani!)

Dalam projek ini, Google bekerja sama dengan perusahaan berbasis teknologi kesehatan di California untuk menciptakan algoritma Artificial Intelligence (AI) yang bertugas untuk melacak pembuluh darah di belakang mata. Mengapa harus retina yang menjadi tolak ukur? Karena dalam penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bentuk dan ukuran pembuluh retina mencerminkan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Termasuk risikonya terhadap penyakit jantung dan stroke.

Pasien dengan tekanan darah tinggi ataupun merokok cenderung akan memiliki pembuluh retina yang lebih lemah, tipis dan mudah rusak, daripada orang yang sehat. Akan tetapi, teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, dan belum diketahui kapan ini bisa digunakan dalam dunia medis.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini