nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpar Arief Yahya Resmikan Gebyar Pesona Budaya Garut 2018

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 11:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 22 406 1863045 menpar-arief-yahya-resmikan-gebyar-pesona-budaya-garut-2018-BDTwLEK9fW.jpg Menpar Arief Yahya resmikan GPBG 2018 (Foto: Kemenpar_RI/Twitter)

BERTEPATAN dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Garut ke-205, event Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2018 digelar. Bertempat di Lapangan Ciateul, Garut, Jawa Barat (Jabar), event berlangsung dari 20 – 27 Februari 2018.

Event ini mendapat dukungan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Hal ini karena dianggap sebagai momentum tepat mempromosikan potensi pariwisata Garut yang dahulu dikenal sebagai ‘Switzerland van Java’ atau Swiss-nya Jawa.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan event pariwisata GPBG yang memasuki tahun ke-16. Event ini mengangkat tema ‘Gawe Rancage Mawa Karaharjaan’ (Kerja Bersama Menuju Kesejahteraan/Working Together for Welfare).

“Tema ini sangat tepat dengan tujuan dari pariwisata adalah mensejahterakan masyarakat, dan ini telah diperlukan oleh Kabupaten Garut dalam laju pertumbuhan PDRB-nya yang dalam empat tahun terakhir ini (BPS, Kab. Garut dalam angka 2017) mencapai angka tertinggi 5,85% pada tahun 2016,” kata Menpar Arief Yahya di Lapangan Ciateul, Garut, Kamis (22/2/2018).

Selain itu, GPBG 2018 juga menjadi ajang memperkenalkan dan menarik minat wisatawan mancanegara terhadap wisata Garut. Hal ini karena GPBG 2018 dihadiri sejumlah perwakilan duta besar berbagai negara, di antaranya Mr. Zalmai Wafamal (Wakil Dubes Afghanistan), Mr. Emil Ahmadov, (Consul Embassy Afghanistan), Mr. Mehdi Abolghasemi (Attaché Embassy Iran), Mr. Mahmud Tohtiev, (Wakil Dubes Uzbekistan), Mr. Alisher Kayumov (Senior Diplomat Uzbekistan), Mr. Roslan Othman (Director of Malaysian Tourism).

Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengatakan bahwa event GPBG ke-16 tahun 2018 ini masuk dalam 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia 2018 yang menjadi salah satu magnet untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Selain itu, menurutnya GPBG 2018 juga bisa menggerakan wisatawan nusantara (wisnus) berwisata di Tanah Air, di mana tahun ini mentargetkan 17 juta wisman dan 270 juta wisnus.

CoE 2018 ini, kata Arief Yahya, sebagai calendar of events yang pertama kita miliki, setelah melalui tahapan seleksi secara ketat oleh tim kurator dengan menggunakan kriteria bahwa event tersebut diselenggarakan secara profesional dan tepat waktu. “CoE 2018 terdiri atas 60 events budaya, 30 alam dan buatan, 10 destinasi prioritas yang penyelenggaraannya mamadukan nilai budaya dan komersial atau cultural values dan commercial Values,” kata Menpar Arief Yahya.

Dalam CoE 2018 terdapat 2 event besar internasional, Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018, serta Annual Meeting IMF-WB pada Oktober 2018 di Bali. Sementara itu selain menyiapkan event pariwisata dalam satu tahun penuh, Kemenpar bersama industri pariwisata juga menyiapkan Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 di dalamnya ada sekira 248 paket hot deals (more for less ) yang siap dijual oleh industri pariwisata ke seluruh dunia.

Program hot deal sebagai paket bundling dilakukan oleh pelaku bisnis pariwisata tersebut akan berlangsung di 18 destinasi yang siap dalam unsur 3A-nya (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) yakni; Sumatera (Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Pelembang); Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur/Yogyakarta,Solo, Subaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi); Kalimantan (Balikpapan); Bali; Nusa Tenggara Barat (Lombok); Sulawesi (Makassar/Wakatobi dan Manado); dan Papua Barat (Raja Ampat). Sementara itu fokus pasar dalam program VIWI 2018 adalah ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea, Australia, Eropa,Timur Tengah, dan Asia Selatan terutama India dan sekitarnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini