nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Potret Menpar Arief Yahya Diarak Naik Delman Menuju Panggung Gebyar Pesona Budaya Garut 2018

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 15:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 22 406 1863171 potret-menpar-arief-yahya-diarak-naik-delman-menuju-panggung-gebyar-pesona-budaya-garut-2018-a8jSkhLqh3.jpg Menpar Arief Yahya naik delman menuju panggung GPBG 2018 (Foto: Istimewa)

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya hadiri Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2018. Namun, ada pemandangan tak biasa ketika ia tiba di Lapangan Ciateul, Garut, Jawa Barat (Jabar), tempat acara berlangsung, Kamis (22/2/2018), pasalnya ia tiba dengan menaiki delman.

Dengan mengenakan pakaian adat Sunda berupa beskap hitam, menpar Arief Yahya bersama rombongan diarak dari SMA Negeri 1 Garut menuju Lapangan Ciateul. Turut serta dalam rombongan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah, Staff Ahli Menteri Pariwisata Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizki Ratman, Pjs Bupati Garut Kusmayadi, dan Kepala Bidang Area Jawa Wawan Gunawan serta pemerintah daerah Garut.

Para tamu dari negara sahabat juga ikut dalam rombongan Menpar Arief Yahya. Mereka adalah para perwakilan Duta Besar beberapa negara, yakni Mr. Zalmai Wafamal (Wakil Dubes Afghanistan), Mr. Emil Ahmadov (Consul Embassy Afghanistan), Mr. Mehdi Abolghasemi (Attaché Embassy Iran), Mr. Mahmud Tohtiev (Wakil Dubes Uzbekistan), Mr. Alisher Kayumov (Senior Diplomat Uzbekistan), dan Mr. Roslan Othman (Director of Malaysian Tourism).

(Foto: @kemenpar/Facebook)

Pada kesempatan ini Arief Yahya mengaku bahwa ia sudah lama tidak naik delman. Menurutnya delman merupakan salah satu daya tarik wisata tradisional yang memiliki potensi yang bisa dikembangkan.

"Delman merupakan salah satu ciri khas pariwisata tradisional yang harus dilestarikan. Delman memiliki daya tarik tersendiri untuk memberikan pengalaman baru bagi turis yang datang. Saya sendiri sudah lama tidak naik delman, terakhir kira-kita tahun 2010," ungkap Arief Yahya.

GPBG sendiri berlangsung selama sepekan. Yakni sejak 20-27 Februari 2018. Event ini masuk dalam 100 Calender of Event (CoE) Wonderful 2018). Event ini menghadirkan berbagai penampilan dan pertunjukkan menarik, antara lain prosesi budaya yang menampilkan perwakilan dari tujuh provinsi dan 10 kabupaten kota se-Indonesia, dan para penampil dari 20 komunitas seni dan budaya, sembilan masyarakat adat, perwakilan dari kecamatan dan desa seluruh kabupaten Garut.

(Foto: @kemenpar/Facebook)

Menpar Arief Yahya berharap Garut dapat menjadi salah satu daerah wisata unggulan yang ada di Indonesia. Hal ini karena mengingat Garut memiliki beragam seni budaya dan atraksi tradisional yang menarik bagi wisatawan.

"Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata mendukung dan mengapresiasi acara tersebut agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pariwisata daerah dan masyarakat," ungkapnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini