Pemulihan Kesehatan di Asmat, Kemenkes Kirim Tim Medis dan Logistik

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 22 481 1863241 pemulihan-kesehatan-di-asmat-kemenkes-kirim-tim-medis-dan-logistik-oeZ83BW7VL.jpg

JAKARTA - Tim kesehatan yang tergabung dalam Flying Health Care (FHC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI gelombang IV berangkat menuju Asmat, Minggu 18 Februari malam. Nantinya tim akan melakukan penguatan pelayanan kesehatan dan pemulihan pasca kejadian luar biasa (KLB) campak dan masalah gizi buruk.

“Kami sudah mengirim sekarang yang keempat, FHC yang terdiri dari gizi, imunisasi , dan dokter. Ini yang mau kirinm ke distrik-distriknya dan mereka berangkat kemarin,” kata Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek.

Tim yang berangkat berjumlah lebih dari 30 tenaga kesehatan yang terdiri dari 10 orang dokter, 10 orang nutrisionis dari berbagai instansi Universitas Brawijaya, dan 10 orang petugas imunisasi mulitantigen dengan memberdayakan lokal juru imunisasi dari Asmat, nantinya akan melakukan penyusuran ulang Imunisasi multiantigen, dan sisanya tim Kesehatan Lingkungan.

Logistik yang disediakan di antaranya dari Kesehatan Lingkungan berupa jerigen air lipat, 875 pcs, safety box, 200 pcs, kit partisipatory 3 paket, polibag limbah medis, 500pcs, dan polibag sampah, 500 pcs. Adapula bantuan obat-obatan dalam FHC IV ini sebanyak 63 jenis.

Mereka akan bertugas selama 1 bulan terhitung dari tanggal 18 Februari sampai 19 Maret 2017. Tim FHC gelombang IV ini akan disebar ke 10 Puskesmas, yakni Puskesmas Basim, Tor, Atsy, Nakai, Uni Sirau, Sawaerma, Kamur, Primapun, Ayam, dan Binam. “Yang kita perlukan adalah masuk ke distrik-distrik,” tegasnya.

Nila menambahkan, meskipun pasien campak dan gizi buruk sudah pulang, tapi kondisi ketahanan pangan saat ini dikhawatirkan mereka kembali jatuh sakit. “Kamis (22/2) kami dengan Menko PMK, PUPR, Menteri Pendidikan, dan kementerian lain akan ke sana (Asmat), karena solusinya ini bukan hanya Kemenkes tapi melibatkan sektor lain, karena bagaimanapun biaya transportasi, BBM, listrik, air bersih itu harus dilihat secara menyeluruh,” tambah Nila.

Saat ini, masyarakat masih dalam proses pendampingan, karena itu pada FHC IV ini tenaga kesehatan ditempatkan langsung ke distrik-distrik selama 1 bulan. Nusantara Sehat, tambah Menkes, juga dipercepat menjadi satu tahun, kemudian dokter spesialis 6 bulan. “Kita percepat pergantiannya karena kita harus menyesuaikan kondisi geografis dengan tenaga kesehatan yang tinggal di sana,” tambah Menkes.

(Baca Juga: Ingin Turunkan Berat Badan? Ini Waktu Tepat Konsumsi Nasi agar Tidak Mudah Gemuk)

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani didampingi Menteri Sosial, Idrus Marham, Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Kepala Staf Presiden, Moeldoko hari ini melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua. Menko PMK beserta rombongan tiba di dermaga Aswan, Agats, sekitar pukul 09.00 WIT, Kamis (22/02).

Puan menyampaikan bahwa kunjungan kerja kali ini dalam rangka monitoring dan evaluasi pasca dicabutnya KLB gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat. Pemerintah ingin memastikan agar pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan bansos berjalan dengan baik. Begitu pula dengan percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan pemberdayaan masyarakat. Menko PMK berserta rombongan melakukan penyisiran dan pengecekan berbagai program bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kita melakukan penyisiran dan pengecekkan. 90 persen program bantuan yang diberikan pemerintah pusat sudah disalurkan. Bantuan yang ada, dikirim langsung ke kabupaten dan tidak lagi melalui provinsi,” ungkapnya.

Terkait dengan tenaga tenaga pendidik dan kesehatan, Menko PMK menegaskan akan diatur sesuai kebutuhannya. Sudah ada 4 tim kesehatan yang telah diterjunkan oleh Kementerian Kesehatan. Bulan ini rencannya akan ditambah dengan Tim Nusantara Sehat berjumlah 30 orang yang akan menyisir dan memberikan pelayanan ke distrik-distrik di seluruh Kabupaten Asmat.

“Sebelumnya, kita sudah mengirim 4 tim dari Kemenkes. Mulai bulan ini akan ada Tim Nusantara Sehat yang terdiri dari 30 orang dan akan menyisir ke distrik-distrik di seluruh Asmat,” ujar Menko PMK.

Secara umum kondisi kasus gizi buruk, Menko PMK kembali menegaskan bahwa saat ini telah tertangani dengan baik. Dari 80 kasus gizi buruk yang sempat terjadi kini tinggal 2 pasien dengan kondisi 1 pasien sudah diperbolehkan pulang dan satu lagi masih butuh perawatan karena ada kelainan medis.

(Baca Juga: 5 Cara Bikin Ukuran Kelamin Pria Tambah Besar Tanpa Operasi)

Meski demikian Menko PMK berharap mitigasi terkait dengan KLB gizi buruk dan campak bisa dilakukan secara holistik dengan semua kementerian dan lembaga terkait dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pemerintah ingin melakukan langkah-langkah holistik berkesinambungan secara bertahap. Jadi bukan karena KLB nya sudah dicabut lalu ditinggalkan.

“Memang banyak hal yang harus dilakukan seperti terhadap perubahan perilaku hidup bersih, pola makan sehat dan bergizi. Bagaimana kita menanam pangan sehingga ada ketahanan pangan. Memang sagu ada di sini, tapi bagaimana cara mengolahnya dengan baik. Sosialisasi dan edukasi ini harus dilakukan secara bertahap,” pesannya.

Dalam rangkaian kunjunganya kali ini, Menko PMK meninjau langsung fasilitas air bersih sumur bor di distrik Agats. Menko juga berkesempatan memberikan sosialisasi dan edukasi tentang penggunaan air bersih untuk mandi kepada anak-anak. Selanjutnya Menko PMK berserta rombongan menuju GOR Badminton untuk memberikan bantuan kepada para ibu dan anak balita yang ikut program 1000 Hari Pertama Kehidupan yang diprogramkan Kabupaten Asmat.

Tempat kunjungan selanjutnya yakni di PAUD De Ces CU Bemap. Di tempat ini Menko PMK memberikan secara simbolis bantuan dari bantuan 1000 alat permainan edukatif, tas berupa buku cerita, dan alat tulis serta paket makanan kepada 15 PAUD untuk mendukung tumbuh kembang anak di Kabupaten Asmat.

Menko PMK juga mengunjungi langsung RSUD Agats untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat pasca KLB dan dilanjutkan dengan pemberian bantuan secara simbolis di aula Widya Mandala. Bantuan yang diberikan berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Siswa Berprestasi, bantuan pembangunan sekolah, bantuan alat-alat kesehatan, dan bantuan untuk komunitas adat terpencil. Pada kesempatan ini Menko PMK juga mengukuhkan satuan anggota Taruna siaga Bencana (Tagana) serta meresmikan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Aula Wiyata Mandala, Agats.

Dalam kesempatan ini Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan sesuai arahan Menko PMK, setelah Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi Buruk di Asmat berakhir, pemerintah pusat tetap berkomitmen untuk menyalurkan bantuan dan prndampingan kepada warga Asmat.

"Untuk Kementerian Sosial sendiri telah menyalurkan bantuan sosial untuk Asmat berupa PKH, Rastra, sembako, Program Komunitas Adat Terpencil (KAT)," terangnya.

Bantuan untuk Kabupaten Asmat terdiri dari bansos PKH senilai 6,68 miliar untuk PKH Reguler 3.322 keluarga, PKH Disabilitas 8 jiwa dan PKH Lansia 8 jiwa. Sementara bantuan rastra untuk 13.046 keluarga senilai 17,22 miliar dan Bantuan Hibah Dalam Negeri sebanyak 100 keluarga senilai 33,25 juta. Untuk bantuan program Komunitas Adat Terpencil (KAT) tahun 2018 melalui dana tugas bantuan kabupaten senilai Rp3,1 miliar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini