nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasar Sukaregang Garut, Surga Jaket Kulit Berkualitas dengan Harga Bersahabat

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 23 Februari 2018 16:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 23 194 1863800 pasar-sukaregang-garut-surga-jaket-kulit-berkualitas-dengan-harga-bersahabat-1uEbohsUdL.jpg Jaket kulit di Pasar Sukaregang Garut (Foto:Vessy/Okezone)

JAKET kulit merupakan salah satu item fashion yang tidak pernah 'mati'. Dari dulu hingga sekarang, jaket kulit selalu punya tempat di panggung mode.

Selain berfungsi untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin dan angin kencang yang menyerang tubuh, jaket kulit juga dapat menunjang penampilan. Modelnya yang bervariasi, warna-warna menawan, dan bahan jaket kulit yang bekualitas membuat siapa saja yang memakai langsung terlihat keren.

Tapi memang untuk tampil bergaya perlu biaya. Jaket kulit dikenal bukan item fashion sembarangan yang bisa dimiliki siapa saja dengan harga murah. Jaket kulit yang bahannya terbuat dari hewan asli harganya 'gila-gilaan', apalagi kalau yang branded. Seperti jaket kulit yang dipakai Syahrini ini. Leather Jacket keluaran Gucci berwarna hitam ini dibanderol Rp77 juta. Jadi, jaket kulit memang bukan item fashion sembarangan kan?

Membahas soal jaket kulit berkualitas, memang enggak harus yang branded. Jaket kulit buatan dalam negeri juga ada yang kualitasnya enggak kalah dengan koleksi brand ternama. Salah satu daerah yang terkenal dengan kawasan penghasil item-item fashion dari kulit adalah Garut, Jawa Barat, tepatnya di Pasar Sukaregang.

Di pasar ini Anda bisa mendapatkan jaket kulit yang harganya super miring dan bersahabat dengan kantong. Pasar Sukaregang bisa dibilang surganya jaket kulit untuk kamu fashionista yang mau bergaya tapi saldo terbatas.

Lokasi pasar Sukaregang tidak jauh dari Kabupaten Garut. Sekitar 100 meter menuju lokasi pasar sudah berjejer toko-toko dan pedagang kaki lima yang menjajakan jaket kulit. Ketika sampai di pasar, Anda akan menemukan toko-toko lagi yang di dalamnya dipajang jaket kulit, tas, dompet, ikat pinggang, dan sepatu pantofel, yang semuanya asli dari kulit domba.

BACA JUGA:

Melihat 5 Karya Lukisan Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina

Keaslian kulit dari barang-barang yang dijual di sini tidak perlu diragukan lagi, semua dijamin asli 100 persen kulit domba. Menurut pengakuan Pak Upar, pengrajin sekaligus penjual di toko In Garoet, Kabupaten Garut memamg terkenal dengan hewan aslinya, domba priangan yang kulitnya bagus.

"Semuanya asli dari kulit domba. Kalau enggak percaya langsung saja datang ke tempat produksi, ada dekat pasar sini juga, pembeli bisa lihat sendiri," katanya ketika berbincang dengan Okezone saat berkunjung bersama rombongan Kementerian Pariwisata.

Untuk harga, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa memang harga jaket kulit di sini harganya murah. Harga satu jaket pria dan wanita dijual dengan harga Rp1,4-1,6 juta, tergantung ketebalan bahan. Paling tebal 0,7 inci dan paling tipis 0,5 inci.

Sementara untuk tas pria dan wanita dijual dengan harga di atas Rp500 ribu, untuk tas berbahan pull up, tergantung model dan ukuran. Sedangkan untuk bahan kulit jeruk masih bisa dibeli dengan harga Rp200 ribu. Demikian juga untuk sepatu pantofel, harganya di atas Rp250 ribu, dompet pria dan wanita berkisar Rp150-250 ribu.

Dengan harga yang ditawarkan, tidak diragukan lagi kalau pengunjung akan sangat bahagia bisa membeli barang-barang dari kulit asli dengan harga terjangkau. Bahkan kata Pak Upar pembeli mereka bukan saja warga lokal tapi juga dari mancanegara.

 BACA JUGA:

Tips Agar Make Up Terlihat Cantik Alami

"Pembeli ada yang dari Jerman, Pakistan, Singapur, dan Malaysia. Tapi kalau orang Eropa dan Timur Tengaj biasanya pesan, lalu nanti kami kirim ke negaranya. Sebab kalau mereka beli yang sudah ada (ready to wear) biasanya tidak muat. Jadi mereka harus pesan," jelasnya.

 

Meski pelanggannya sudah dari mancanegara, Pak Upar mengaku tidak mengekspor barang secara khusus. Sejauh ini mungkin hanya ada orang-orang yang membeli banyak kemudian dijual ke luar negeri. Soal harga pun ia tidak membedakan antara turis lokal dan mancanegara.

"Enggak bisa dinaikin harganya, soalnya mereka sudah tau pasaran harga jaket di sini berapa. Kan udah terkenal Garut. Selai itu juga kami enggak bisa kasih label (brand), sebab kalau ada orang rata-rata enggak mau beli," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini