Share

Radio Kesehatan Mulai Mengudara, Yuk Simak Siaran dan Tips Sehatnya

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Jum'at 23 Februari 2018 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 23 481 1863817 radio-kesehatan-mulai-mengudara-yuk-simak-siaran-dan-tips-sehatnya-yfIM7V2xIn.jpg

JAKARTA – Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek meresmikan Radio Kesehatan, Jumat (23/2/2018), menandai beroperasinya Siaran Radio Kesehatan (SRK) secara streaming yang menjangkau ke pelosok negeri dan luar negeri.

Sesuai dengan motto yang diambil yakni ‘Siaran Radio Kesehatan Menyampaikan Berita ke Pelosok Negeri Hingga Dunia’ diharapkan informasi kesehatan bisa menjangkau ke seluruh negeri.

“Memanfaatkan jasa internet ini betul-betul baik. Bagaimana kita harus mensosialisasikan kesehatan selain dengan PIS-PK, radio menjadi salah satu media yang cukup efisien dan menjangkau jauh untuk sosialisasi tersebut,” ujar Menkes di gedung utility Kementerian Kesehatan, berdasarkan rilis yang diterima Okezone dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes.

Selain Radio Kesehatan, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, dalam kesempatan ini juga meresmikan ruang pers Naranta. Ruang Pers Naranta diresmikan dengan 5 fungsi, yakni sebagai ruang kerja pers, konferensi pers, Talk Show, Taping, Temu Media. Nama Naranta diambil dari bahasa sansekerta yang artinya suara gemerincing. Hal itu dimaknai bahwa semua informasi yang keluar dari Kemenkes akan berpengaruh terhadap pembangunan kesehatan Indonesia.

Nila berharap diresmikannya dua fasilitas tersebut dapat memperluas informasi kesehatan ke pelosok negeri. “Saya apresiasi adanya radio kesehatan dan ruang pers Naranta. Ini adalah suatu langkah yang maju dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat ini,” kata Nila.

Nila menambahkan, perlu sekali Kemenkes memberikan informasi dan edukasi ke masyarakat mengingat kesadaran masyarakat akan kesehatan masih rendah. Ia mengatakan hanya 15-20 persen masyarakat di Indonesia yang sadar akan kesehatan.

Pemahaman tentang kesehatan seringkali tidak diketahui oleh masyarakat. Kemenkes dalam hal ini menyadari yang namanya masyarakat tidak hanya di Jakarta, tapi di pelosok-pelosok. Banyak sekali masyarakat yang ingin tahu tentang kesehatan, maka keberadaan radio ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan itu.

“Radio ini memang adalah salah satu alat komunikasi yang masih bisa kita manfaatkan dan di daerah terpencil akan mendapatkan penjelasan kesehatan mengenai apa yang mereka inginkan,” ucap Nila.

Sekretaris Jenderal Untung Suseno Sutardjo menambahkan, Kemenkes akan meminta semua kepala dinas kesehatan untuk membuat acara dan apa program mereka di daerah untuk kemudian disosialisasikan melalui radio ini.

(Baca Juga: Menkes: Saya Minta Tolong, Jangan Ada Penolakan Vaksin Difteri!)

“Kebetulan kita mau Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) bulan depan 5-7 Maret. Itu kesempatan kita untuk mengundang semua kepala dinas untuk mulai mengenal Radio Kesehatan ini,” ujar Untung.

Sementara terkait keberadaan jaringan yang tidak merata di semua pelosok negeri, Inspektur Jenderal Kemenkes drg. Oscar Primadi mengatakan akan berkoordinasi dengan Kominfo. “Tentunya kita berharap semua jaringan sudah mencakup di seluruh pelosok negeri,” kata Oscar Primadi.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini