nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keren, Wanita Ini Tutupi Stretch Mark dengan Tato Indah

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 24 Februari 2018 12:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 24 194 1864163 keren-wanita-ini-tutupi-stretch-mark-dengan-tato-indah-Z3OKBEu2ca.png Wanita tutupi stretch mark dengan tato (Foto:Independent)

STRES berlebihan dapat berlanjut menjadi depresi bila tidak dikelola dengan baik. Depresi tentunya dapat berimbas negatif pada kesehatan mental seseorang. Pada Jen, depresi membuatnya melampiaskan penghiburan pada makanan.

Perempuan berusia 26 tahun itu diketahui mengalami depresi ketika usianya masih belia yaitu 18 tahun. Untuk mengendalikan emosinya, ia banyak mengonsumsi makanan yang tidak sehat. "Saya pikir makanan adalah kecanduan besar. Saya banyak konsumsi makanan cepat saji serta makanan takeaway. Selain itu saya kekurangan buah, sayuran, dan protein," ungkap Jen seperti yang dikutip dari Independent, Sabtu (24/2/2018).

BACA JUGA:

Mengapa Wanita Cenderung Lebih Bersih ketimbang Pria?

Kebiasaan makan Jen yang tak terkontrol kala dirinya merasa depresi membuat berat badannya hampir mencapai 140 kg di usia 24 tahun. "Perlu waktu beberapa tahun di mana saya menyadari bahwa kebiasaan itu membuat tubuh saya mengalami banyak tekanan. Sulit memang untuk menghilangkan perasaan emosi sehingga sehingga saya merusak tubuh saya sendiri," tambahnya.

Kelebihan berat badan membuat tubuh Jen memiliki banyak stretch mark. Dalam upaya membuat dirinya tetap merasa positif terhadap bentuk tubuhnya, Jen memutuskan untuk membuat tato demi menyamarkan tanda peregangan. Ia meminta bantuan Poppy Segger seorang seniman tato yang telah membantu banyak orang untuk membuat tato yang menutupi stretch mark, self-harm, dan bekas luka.

 BACA JUGA:

Puji Program BWP Maria Rahajeng, Ini Kata Miss World 2017 Manushi Chhillar

Bagian tubuh yang dipilih Jen untuk dilukis tato adalah betisnya agar bisa dilihat setiap waktu. "Tato itu mengingatkan saya untuk menjadi positif. Di sisi lain stretch mark adalah simbol yang mengingatkan saya tentang waktu traumatis dimana saya berjuang menghadapi masalah kesehatan mental," jelasnya.

Poppy pun merancang tato monokrom yang indah dan sempurna untuk menutupi bekas peregangan di bagian belakang betis Jen. Dirinya percaya bahwa orang lain harus lebih memahami orang-orang yang kelebihan berat badan. Hal itu lantaran tidak ada satu orang pun yang dapat sepenuhnya memahami peristiwa yang dialami orang lain.

"Saya pikir banyak orang di masyarakat memiliki pandangan negatif terhadap orang-orang yang kelebihan berat badan. Seringkali mereka mengasosiasikan kelebihan berat badan dengan rasa malas atau tidak cukup berlatih. Padahal orang-orang yang kelebihan berat badan bisa jadi memiliki alasan berbeda," pungkas Poppy.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini