nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RS Unair Operasi Bayi dengan Penyakit Langka

Agregasi Antara, Jurnalis · Sabtu 24 Februari 2018 01:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 24 481 1864043 rs-unair-operasi-bayi-dengan-penyakit-langka-XLD2IptgLS.JPG Ilustrasi tindakan medis

SURABAYA - Rumah Sakit Universitas Airlangga mengoperasi bayi Aqila Kirana berusia 18 bulan asal Pulau Batam, Kepulauan Riau, penderita Hidrosefalus disertai Craniosynostosis.

Tim dokter bedah plastik RS Unair dr Indri Laksmi Putri di Surabaya, Jumat (23/2/2018), mengatakan bayi Aqila mengalami Hidrosefalus disertai penutupan tulang kepala yang terlalu dini sebelum otak bayi terbentuk sempurna atau dalam istilah medis disebut Craniosynostosis.

"Ini penyakitnya termasuk langka ya karena hidrosefalus pun sendiri walaupun sudah sering kita lihat tapi kejadiannya sedikit apalagi kalau disertai Craniosynostosis penutupan tulang kepala, dan kalau sudah berbagai kelainan itu banyak disebut yang syndromic," kata Indri.

Dalam operasi yang berlangsung delapan jam itu setidaknya melibatkan banyak divisi antara lain tim bedah saraf, tim bedah mata, dan tim bedah platisk karena bayi Aqila mengalami banyak kelaianan.

Dia menjelaskan, jalannya operasi cukup lama karena memang kondisinya masih sangat kecil. Tim dokter harus menstabilisasi pembuluh darah yang kecil guna memastikan infusnya tidak macet ketika jalannya operasi. Untuk itu dilakukan pemasangan akses yang lebih baik di pembuluh darah yang lebih besar. biasanya di tangan, di paha, di daerah pada.

"Dilanjutkan kemudian evaluasi mata untuk melihat kondisi matanya baik kanan maupun kiri. Kondisi kedua matanya kurang baik, mungkin karena tekanan dari Hidrosefalus," ujarnya.

Dr Tedy Apriawan dari tim bedah saraf mengatakan pada saat operasi, pihaknya harus melakukan pengalihan cairannya. Setelah terpasang selang kepala tim berusaha dengan tim bedah plastik untuk membantu melepas tulang yang terlipat. Karena terjadi lipatan yang cukup susah sehingga setelah itu dilakukan rekonstruksi kosmetik.

(Baca Juga: Diminta Tebak Harga Barang Kebutuhan Sehari-hari, Jawaban Milliader Bill Gates Meleset Semua)

"Kesulitan banyak pendarahan di kulit kepala. Dengan usia yang relatif muda, pendarahan sekecil apapun sangat berbahaya bisa mengancam jiwa sehingga berusaha mengurangi pendarahan sebanyak mungkin," katanya.

(Baca Juga: Ini Jawaban yang Antarkan Alya Nurshabrina Jadi Miss Indonesia 2018)

Setelah dilakukan operasi rekonstruksi bagian depan, nantinya bayi Aqila akan menjalani operasi rekonstruksi bagian belakang dalam waktu tiga bulan ke depan atau menunggu kondisinya lebih stabil.

(Baca Juga: Buat Jadwal untuk Bercinta agar Pernikahan Bertahan Lama)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini