nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Positif & Negatif Ganja untuk Pengobatan Penyakit

Widya Marchellin, Jurnalis · Sabtu 24 Februari 2018 21:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 24 481 1864320 positif-negatif-ganja-untuk-pengobatan-penyakit-xjRcwlBLrp.jpg Ganja untuk pengobatan (Foto:Wikipedia)

 

ANDA pasti tahu dengan jenis barang haram yang dilarang oleh negara. Salah satunya yaitu ganja. Banyak orang terjerat kasus penyeludupan barang yang satu ini.

Meskipun diharamkan, berbagai penelitian telah menemukan bahwa ganja memiliki dampak positif dan negatif. Apakah benar ganja memiliki dampak positif yang bermanfaat bagi penyembuhan berbagai penyakit?

Melansir Medicalnewstoday.com, Sabtu (24/2/2018) menurut National Institute of Health, orang telah menggunakan ganja untuk pengobatan berbagai penyakit selama 3.000 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ganja bermanfaat dalam pengobatan beberapa kondisi diantaranya:

BACA JUGA:

Tubuh Anda Lelah? Jangan Lakukan Empat Hal Ini

Sakit kronis

Sebuah penilitian dari National Academies, Engineering dan Medicine menemukan lebih dari 10.000 studi ilmiah tentang manfaat medis dan efek buruk ganja. Salah satu dari studi tersebut menggunakan ganja untuk mengobati sakit kronis yang mana sakit ini akan mengakibatkan kecacatan.

Kajian tersebut menemukan ganja mengandung cannabinoids merupakan senyawa yang bekerja pada reseptor otak sebagai obat efektif menghilangkan sakit kronis.

Alkoholisme dan kecanduan narkoba

Clinical Psychology Review mengungkapkan bahwa penggunaan ganja dapat membantu orang dengan ketergantungan alkohol atau opioid untuk melawan kecanduan mereka.

Tapi temuan ini mungkin kontroversial; review National Academies of Sciences menunjukkan bahwa penggunaan ganja akan berisiko menambah kecanduan.

Depresi dan gangguan stres pasca trauma

 

Peneliti menemukan beberapa bukti yang mendukung penggunaan ganja untuk meredakan depresi dan gejala gangguan stres pasca trauma.

Dan harus diketahui bahwa ganja bukanlah perawatan yang tepat untuk beberapa kondisi kesehatan mental lainnya, seperti gangguan bipolar dan psokosis.

 

Kanker

Beberapa penelitian tentang sel kanker menunjukkan bahwa cannabinoids dapat memperlambat pertumbuhan atau membunuh beberapa jenis kanker dan melawan mual dan muntah yang di sebabkan oleh kemoterapi.

Namun, penelitian lain yang menguji hipotesis pada manusia mengungkapkan bahwa meskipun cannabinoids adalah pengobatan yang aman, tapi obat ini tidak efektif untuk mengendalikan atau menyembuhkan kanker.

Epilepsi

Pada tahun 2017 peneliti menemukan bahwa senyawa ganja yang disebut cannabidiol efektif untuk mengurangi kejang pada anak-anak dengan sindrom Dravet, yang merupakan bentuk epilepsi langka.

Namun, penelitian tersebut juga menemukan tingkat efek samping yang tinggi terkait dengan cannabidiol. Lebih dari 9 dari 10 anak diobati dengan cannabidiol mengalami efek samping - paling sering muntah, kelelahan dan demam.

Selain itu ganja juga memiliki efek yang buruk terhadap kesehatan. Berikut uraiannya:

Masalah kesehatan mental

Penggunaan ganja harian diyakini memperburuk gejala gangguan bipolar yang ada di antara orang-orang yang memiliki masalah kesehatan mental ini. Penggunaan ganja cenderung meningkatkan risiko psikosis termasuk skizofrenia.

 

Kanker testis

Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan ganja dan peningkatan risiko pada sebagian besar kanker, National Academies of Sciences menemukan beberapa bukti yang menunjukkan adanya peningkatan risiko subtipe seminoma yang tumbuh dengan lambat dari kanker testis.

BACA JUGA:

Konsumsi Stroberi dapat Mengatur Tekanan Darah, Juga 6 Khasiat Lainnya

Penyakit pernapasan

Merokok ganja secara teratur dapat meningkatkan risiko batuk kronis, memperburuk fungsi paru-paru atau meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronik atau asma .

Meskipun sudah banyak penemuan tentang ganja tapi untuk sekarang dunia kesehatan belum mau menjadikan ganja sebagai obat karena barang ini masih termasuk ilegal dan diharamkan oleh pemerintah.

Untuk Anda jangan pernah mencoba obat baru apapun, konsultasi dulu dengan dokter karena setiap obat past memiliki efek sampingnya sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini