nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keren atau Mengerikan? Pecinta Tato Ini Mentato Seluruh Tubuh hingga Matanya!

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 26 Februari 2018 19:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 26 194 1865033 keren-atau-mengerikan-pecinta-tato-ini-mentato-seluruh-tubuh-hingga-matanya-rDw4USYo86.jpg Pria menerapkan tato hingga bagian mata (Foto:Instagram/@eliinpiercer)

SETIAP orang pasti memiliki kecintaan masing-masing. Ada yang suka dengan segala hal yang berbau dengan seni, ada yang menyenangi hal-hal berbau akademik, ada yang suka dengan alam, dan masih banyak lagi jenis kesukaan lainnya.

Setiap orang juga pada dasarnya memiliki cara sendiri-sendiri dalam mengekpresikan rasa cintanya rasa sukanya terhadap sesuatu. Ada yang mengekspresikannya dalam batas normal seperti kebanyakan orang, namun ada juga yang memilih untuk mengekpresikan rasa cintanya tersebut dengan total melalui cara yang tidak banyak orang pilih.

Sebagaimana contohnya pria satu ini, yang diketahui sangat mencintai seni khususnya seni menghias tubuh alias tato. Menyitat Nypost, Senin (26/2/2018) ialah Eli Ink, pria berusia 27 tahun yang hadir sebagai tato artis dari Brighton, Inggris yang disebutkan telah menghabiskan selama kurang lebih 10 tahun untuk melakukan transformasi diri menjadi pameran seni tato berjalan. Bagaimana tidak? Pasalnya sekujur tubuh Eli telah dihiasi oleh tato hitam. Di mana tato hitam ini tidak hanya berada di anggota-anggota tubuh 'normal' dari Eli, tetapi juga di bagian tubuh yang tidak biasa yakni kedua bola matanya dan juga bagian dalam bibirnya!

BACA JUGA:

Cerita Lupita 'Nakia Black Panther' Nyong'o soal Rambut Keritingnya di Masa Kecil

Untuk melakukan transformasi ini, diketahui lebih lanjut Eli menggunakan beberapa lapis pewarna hitam untuk menghitamkan kulitnya secara permanen. Selain itu Eli juga menanamkan sebuah stretchers atau benjolan besar di bagian hidung dan di bawah bibir bagian bawah sebagai bagian dari proses modifikasi tubuhnya.

Namun dari semua proses transformasi dirinya, yang paling membuat bergidik rasanya ialah di mana kedua matanya yang bagian putih juga ia ubah ia tato menjadi warna hitam, dengan menyuntikkan tinta di antara dua lapisan Scleral mata dan membiarkannya menyebar. Di mana keputusan ini diakui oleh Eli hadir dengan konsekuensi yang tidak main-main, karena bisa berakibat fatal jika prosedur yang dilakukan mengalami kesalahan.

"Adalah sebuah resiko ketika Anda membiarkan orang lain untuk mendekati bagian mata Anda, bahkan ahli operasi yang terlatih pun bisa membuat kesalahan. Memodifikasi tubuh adalah gaya hidup pengambil risiko," ujar Eli.

Melakukan transformasi diri secara ekstrem ini, dipandang Eli bukanlah sesuatu yang harus dimengerti banyak orang.

"Menurut pandangan saya, satu-satunya orang yang akan bisa pernah mengerti dengan baik atas transisi yang saya lakukan adalah diri saya sendiri. Saya tidak berusaha menjelaskannya kepada siapapun. Saya selalu kagum dengan seni itu sendiri, Piccaso adalah inspirasi besar dari saya kecil, terutama seni abstrak walau saya menyukai semua bentuk seni. Body art adalah langkah selanjutnya untuk saya dalam berkembang," tambahnya kepada Mail Online.

Eli kemudian juga mengaku bahwa dirinya ingin terlihat sebagai karakter abstreak dalam salah satu lukisan karya Picasso, yang di mana ia menyenanginya karena hal tersebut adalah abstrak, betul-betul merupakan suatu ekspresi yang murni.

Sementara itu, terlepas dari penampilan visualnya yang ekstrim. Pria satu ini mengaku bahwa kehidupan percintaannya tidak terpengaruh sama sekali, ia mengungkapkan malah sang kekasih, Holly yang juga pecinta body-art malah benar-benar jatuh cinta dengan dirinya.

Soal tanggapan negatif dari orang lain terhadap dirinya pun, ia tidak mau ambil pusing. "Yang terbaik sih selalu pujian, selalu enak untuk didengar entah itu datang dari kolektor tato ataupun orang-orang asing yang kebetulan melintas. Paling buruknya ialah selalu saat orang-orang yang sudah berumur, older generation memandang remeh dirimu dan membuat dirimu selalu seakan tidak berharga," tandasnya.

 BACA JUGA:

Bekraf Bantu Wujudkan Indonesia sebagai Kiblat Modest Fashion Dunia pada 2020

Sebelum menjadi full time seniman tato, Eli sendiri disebutkan mengelola perusahaan berkebunnya sendiri, lalu terkadang di paruh waktu ia juga menggambar dan melukis. Terakhir, soal modifikasi tubuh ini, Eli mengaku ia tidak akan pernah berhenti untuk melakukannya.

"Aku tidak pernah selesai untuk melakukannya. Ini akan aku lakukan selama sisa hidupku, aku mendedikasikan sisa hidupku untuk modifikasi tubuh dan menyempurnakan pekerjaanku," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini