nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nadine Ajak Kelola Sampah, Arzetti Buru Pembawa Tas Plastik

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 26 Februari 2018 01:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 26 196 1864643 nadine-ajak-kelola-sampah-arzetti-buru-pembawa-tas-plastik-bXWoRUi3va.jpg

SEMARANG - Artis Nadine Chandrawinata mengajak masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah mulai dari hal-hal yang bersifat sederhana.

"Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana," katanya pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (25/2/2018).

Nadine hadir dalam peringatan HPSN 2018 yang diprakarsai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang di kawasan Simpang Lima Semarang.

Perempuan kelahiran Hannover, Jerman, 8 Mei 1984, itu mencontohkan hal sederhana yang dimaksud seperti membawa tas sendiri atau "reusable bag" saat berbelanja di supermarket.

"Biasakan juga untuk tidak melipatgandakan penggunaan plastik. Biasanya, tas kresek kan dipakai rangkap 3-4 agar tidak robek. Sudah, dipakai satu saja, jangan dipakai ulang," katanya.

Kemudian, kata dia, menata diri untuk tidak menggunakan sesuatu yang berbau plastik, seperti tidak menggunakan sedotan, alat-alat yang terbuat dari plastik, misalnya tong sampah plastik.

"Tidak menggunakan botol-botol plastik juga. Apa yang bisa dilakukan dalam sehari, misalnya tiga hal saja itu untuk mengurangi tumpukan sampah sudah bagus," kata pegiat lingkungan itu.

Seiring dengan peringatan HPSN 2018, Nadine mengingatkan untuk memaknainya dengan peningkatan kesadaran sebagai manusia untuk mengurangi sampah dan menjaga lingkungan agar tetap bersih.

"Sampah milik kita dan kita lah yang harus menjaga dan mengelolanya. Seperti menjaga rumah kita agar tetap bersih dari efek penumpukan sampah. Pengingatan dan penyadaran diri sendiri," katanya.

Apalagi, kata dia, sistem pengelolaan sampah secara baik di Indonesia selama ini masih kurang dan Indonesia masih menjadi negara peringkat kedua penghasil sampah terbesar di dunia.

"Indonesia masih menempati peringkat kedua tertinggi penghasil sampah. Mestinya, peringkat pertama dan kedua untuk ajang-ajang yang lain saja. Jangan untuk penghasil sampah," harapnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan masyarakat untuk semakin sadar dengan pengelolaan sampah, termasuk pemerintah-pemerintah daerah dalam mengelola sampah, seperti Kota Semarang yang sudah cukup bagus.

"Semarang adalah salah satu kota yang bersih dan peduli sampahnya sendiri. Patut menjadi contoh. Yang jelas, hal sederhana bisa jadi besar buat bumi kita," kata Nadine.

(Baca Juga: Nadine Chandrawinata Selalu Cicipi Kopi Khas Setiap Bepergian)

Kampanye peduli sampah juga dilakukan mantan model Arzetti Bilbina di Surabaya. Di sana dia bahkan "merampok" kantong plastik warga di sela kegiatan hari bebas kendaraan di Jalan Raya Darmo.

"Nah itu ada yang bawa kantong plastik, ayo ke sana dan kita ambil kemudian diganti dengan kantong kain," ujarnya sembari berlari ke arah pengunjung Taman Bungkul di Jalan Raya Darmo yang menenteng kantong plastik.

Mantan bintang film tersebut langsung mengganti kantong plastik warga itu dengan kantong kain sekaligus memberi nasihat agar tak lagi menggunakannya. "Kantong plastik itu jahat karena tidak bisa terurai dalam waktu singkat, termasuk berdampak sangat buruk bagi lingkungan, terutama biota di laut," ucapnya.

Arzeti tak sendirian, ia ditemani puluhan aktivis dari komunitas Indonesia Smile Club (ISC) yang dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2018 melakukan kampanye diet plastik, khususnya tas kresek.

Para aktivis dan relawan juga membagikan 300 tas kain dan menukarnya dengan kantong plastik, sekaligus berharap pemerintah segera mengeluarkan aturan tentang pembatasan pemakaian tas kresek.

"Harapannya warga Surabaya untuk memakai tas yang bisa dipakai berulang kali. Uji coba kantong plastik berbayar di toko modern di 22 daerah tahun lalu terbukti mampu menurunkan pemakaian tas kresek sampai 40 persen secara nasional, dan di Surabaya mencapai 60 persen," katanya.

(Baca Juga: 3 Kasus Perselingkuhan Terheboh di Indonesia)

Sementara itu, berdasarkan penelitian Yulinah Trihadiningrum pada 2012, sampah permukiman di Surabaya sejak tahun 1988 hingga 2010 terjadi peningkatan jumlah sampah plastik sebanyak dua kali lipat selama dua dekade.

Dalam satu hari, sampah plastik di Surabaya mencapai 400 ton. Dengan jumlah penduduk tiga juta jiwa maka jumlah tas kresek dibuang di Surabaya mencapai 2,1 miliar, kurang dari 10 persennya yang bisa didaur ulang. Sedangkan sisanya menumpuk di TPA Benowo, atau dibuang ke lahan kosong dan masuk ke sungai lalu bermuara di laut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini