nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bedanya Racik Ikan Asam Pedas Khas Pontianak dengan Daerah Lain Menurut Chef Aiko

Ade Putra, Jurnalis · Senin 26 Februari 2018 08:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 26 298 1864705 bedanya-racik-ikan-asam-pedas-khas-pontianak-dengan-daerah-lain-menurut-chef-aiko-DAc8b1SnV0.jpg Chef Aiko di PPF 2018 (Foto: Ocsya/Kontibutor)

Chef ternama Chef Aiko, hadir dalam acara puncak Pontianak Food Festival (PFF) 2018 di Halaman Ahmad Yani Megamall Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 25 Februari 2018.

Koki kondang berdarah Jepang tersebut, ditemani oleh PJS Walikota Pontianak, Mahmudah. Ia tampak fasih memasak menu makanan yang acap dijumpai pesisir di Bumi Khatulistiwa itu.

Di atas panggung PFF 2018 itu, chef cantik ini bakal memasak menu spesial yakni, ikan kakap putih asam pedas. Awalnya ia mempersiapkan daging ikan yang sudah di fillet, kemudian sejumlah racikan bumbu yang ia bawa khusus dari rumahnya.

"Bedanya asam pedas di Pontianak dengan daerah lain adalah, di sini pakai cabai kering, jadi merah. Beda dengan daerah lain, kuahnya kuning," ujar Chef bernama asli Aiko Sarwosri Isra ini di hadapan pengunjung event PFF 2018.

Selain itu, lanjut dia, yang membedakan ikan asam pedas Pontianak dengan daerah lain yaitu, ada tambahan terong asam. Saat memulai, masakan yang diracik chef seksi ini langsung menggugah selera pengunjung, bahkan wangi bumbunya sampai menyeruak ke hidung.

"Untuk asam pedas ini, saya membawa bumbu dari rumah dan pastinya saya mengkombinasikan dengan bumbu yang lokal di sini. Kearifan kuliner lokal asam pedas di sini tentunya yang ditonjolkan," ujar dia

Saat memasak ikan asam pedas ini, Chef Aiko juga ditemani 400 lebih peserta yang ikut andil untuk pecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) memasak ikan asam pedas terbanyak.

"Kalau mau dikembangkan, asam pedas ini bisa dibuat bumbu kemasan asam pedas. Jadi bisa awet dan dibuat kemasan. Bumbu khas Pontianak," tuturnya.

Aiko pun memuji kuliner yang ada di Kota Pontianak. Menurutnya, dengan potensi yang ada, seperti ikan sungai di Pontianak, maka masakan khas bisa diangkat dengan maksimal dan bukan hanya di kancah nasional namun juga di internasonal.

"Masakan di sini sudah oke dan enak banget. Tinggal kenalkan dan ajak orang ke sini lebih ramai lagi untuk menjamah kuliner Pontianak yang top ini. Kuncinya kalau bukan kita yang mengenalkannya, siapa lagi," tutur dia.

Ia mengatakan, setiap daerah berusaha menonjolkan masakan olahan ikan yang banyak terdapat di sungai atau lautnya. Namun yang menjadi masalah adalah pada bumbunya. “Jadi saran saya, bisa saja warga Pontianak jual bumbu ikan asam pedas kota ini. Tinggal pengemasan dan lainnya saja yang betul-betul agar rasa tetap sebagaimana mestinya. Kalau jual ikan yang sudah diolah menjadi asam pedas kan ketahanannya tidak lama,” saran dia.

Setelah menyajikan satu wajan asam pedas ikan kakap putih, Chef Aiko kemudian membuat asinan rambutan yang dipadukan dengan lidah buaya. Ia menyebutnya ini inovasi terbaru dalam pengolahan lidah buaya yang sudah menjadi ikon minuman dan makanan ringan khas Kota Pontianak tersebut.

"Nah, selama ini kan lidah buaya dijadikan minuman, makanan ringan, kerupuk dan lainnya, hari ini saya tampilkan beda yakni asinan lidah buaya. Ini menjawab tren di tengah masyarakat yang lagi suka sama asinan seperti asinan rambutan dan lainnya," pungkasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini