nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas, Tidur Berlebih Meningkatkan Resiko Penurunan Daya Ingat

Imeida Ulfa Ariyanti, Jurnalis · Senin 26 Februari 2018 12:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 26 481 1864791 awas-tidur-berlebih-meningkatkan-resiko-penurunan-daya-ingat-EpMNocAu9X.jpg Tidur berlebihan meningkatkan resiko menurunkan daya ingat (Foto:Ist)

TIDUR memang kebutuhan setiap individu. Ini dibutuhkan untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian bekerja dan beraktivitas. Kebanyakan orang membutuhkan 7 sampai 8 jam setiap malamnya. Namun seiring dengan bertambahnya usia, tuntutan pekerjaan, masalah kesehatan dan lainnya jumlah tidur yang dibutuhkan pun berbeda dan berubah.

Nah karena faktor diatas membuat mereka kekurangan waktu untuk tidur dan memilih tidur lebih dari waktu yang seharusnya. Tidur melebihi sembilan atau sepulah jam dapat mengganggu kesehatan. Melansir dari Littlethings, Senin (26/2/2018) tidur secara berlebihan dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti:

BACA JUGA:

4 Pengalaman Traveler Temukan Pemandangan Hotel yang Tak Sesuai Ekspektasi, Nomor 1 Bikin Ngakak!

1. Diabetes

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kekurangan dan kelebihan tidur memungkinkan terjadinya masalah yang tidak dapat diprediksi, yang mana dengan tidur berlebih Anda berisiko lebih tinggi terkena diabetes. Hal ini disebabkan pengaruh resistensi insulin yang bekerja tidak sempurna sehingga tubuh mengalami masalah dalam memproses gula.

2. Inflamasi atau peradangan

Selain memicu diabetes tidur berlebih juga dapat memicu tubuh menghasilkan kortisol yang lebih. Kortisol merupakan bagian terpenting dari sistem imun tubuh yang dapat menurunkan peradangan. Namun jika Anda tidur berlebih jumlah kortisol dalam tubuh akan meningkat yang dapat memberikan efek pada Anda seperti mata bengkak dan pegal pada sendi ketika bangun tidur.

3. Depresi

Terlalu lama tidur bisa menjadi tanda Anda terkena depresi. Kenapa? Serotonin merupakan zat kimia yang ada pada otak, jika kadar kortisol meningkat zat kimia serotonin akan memicu tekanan yang berlebihan. Jika serotonin terganggu hal itu dapat memicu reaksi kimia yang menyebabkan depresi.

4. Kurangnya daya ingat

Tidur lebih lama membuat kemunduran kondisi otak lebih cepat. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa jika seseoarang mengalami tidur sembilan jam atau lebih mereka berisiko tinggi terkena penyakit demensia dan Alzheimer lebih awal daripada mereka yang tidur teratur tujuh sampai delapan jam.

5. Obesitas

Saat tidur terlalu lama dapat menganggu ritme sirkadian alami pada tubuh yang berfungsi mengatur semua hal yang akan Anda kerjakan sepanjang hari. Salah satunya makan, ketika tidur lama, nafsu makan akan berpengaruh pada kondisi tubuh yang menyebabkan menumpuknya lemak berlebih.

6. Berisiko terkena penyakit jantung

Tidur cukup dimalam hari akan membuat hati dan jantung beristirahat. Namun jika tidur terlalu lama akan menyebabkan nyeri dada karena kurangnya aliran darah pada jantung. Anda harus berolahraga agar jantung tetap bekerja sebagaimana fungsinya. Jika tidur terlalu lama Anda tidak akan mempunyai waktu untuk berolahraga. Selain menyebabkan obesitas tidur terlalu lama juga berisiko terkena gagal jantung.

BACA JUGA:

Otak Superlansia Tawarkan Petunjuk untuk Daya Ingat Tajam di Usia Tua

7. Infertilitas

Sebuah studi menunjukkan bahwa 53% dari wanita yang tidur sekitar tujuh atau delapan jam dapat meningkatkan kesuburan dan kehamilan dibandingkan 43% wanita yang tidur berlebih.

Hal ini disebabkan ritme sirkadian terganggu ketika terlalu lama tidur dan menyebabkan siklus bulanan seperti menstruasi dan ovulasi Anda menjadi tidak teratur dan sulit untuk hamil.

Jadi bagi Anda yang mengalami masalah tidur berlebih lebih baik konsultasikan ke dokter sehingga risiko penyakit diatas dapat diminimalisir.

1
2

Berita Terkait

Bahaya tidur terlalu lama

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini