nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hati-Hati, Wangi Parfum Bisa Memicu Migrain dan Asma

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 26 Februari 2018 17:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 26 481 1864916 hati-hati-wangi-parfum-bisa-memicu-migrain-dan-asma-UGHu9d4dPI.jpg Ilustrasi (Foto: Thesun)

PARFUM mungkin dapat menunjang rasa percaya diri Anda ketika beraktivitas, seperti bekerja atau hangout bersama teman-teman. Tapi, tahukah jika parfum yang Anda gunakan dapat membahayakan orang-orang tertentu di sekitar?

Bahkan, bukan tidak mungkin Anda sendiri yang merasakan dampak buruk dari penggunaan parfum atau minyak wangi. Karena memang dampak dari penggunaan parfum tidak selalu disadari oleh orang-orang. 

Para ilmuwan telah mengklaim bahwa parfum, produk pembersih dan deodoran Anda bisa menjadi penyebab migrain dan asma. Penulis Kate Grenville telah menjelajahi masalah ini di buku barunya The Case Against Parfum, dan ternyata produk sehari-hari bisa membuat Anda sakit.

Kate mencatat, para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa bahan kimia sehari-hari, termasuk produk pembersih, parfum dan cat, sekarang menjadi penyebab polusi udara lebih banyak daripada asap mobil.

(Baca Juga: Wanita Ini Tiru 200 Gaya Busana Kate Middleton, Jangan Kaget dengan Uang yang Dikeluarkannya!)

Sementara, sebuah penelitian di tahun 2018 menemukan, hampir 35 persen orang melaporkan masalah pernapasan atau sakit kepala saat menghirup wangi harum. Sekira 15 persen melaporkan bahwa mereka kehilangan produktivitas kerja karena wangi menyengat di ruangan kantor.

Studi juga menemukan kaitannya dengan migrain. Faktanya, sebuah studi medis Harvard menemukan, 60 persen kasus adalah aroma wangi yang menyebabkan sakit kepala migrain. Kemudian, sebuah studi migrain pada tahun 2014 menemukan bahwa 75 persen parfum sebagai pemicu sakit kepala.

Kate juga mengeksplorasi hubungan antara aroma dan asma. "Penderita asma sangat rentan terhadap wangi. Satu makalah penelitian mencatat, banyak pasien mengeluh bahwa beberapa bau memperburuk asma mereka. Parfum dan cologne adalah dua pelanggar yang paling sering disebutkan," ujarnya.

(Baca Juga: Menanti Danau-Danau Jakarta Secantik di Swiss Usai Duel Sandi vs Susi)

Periset ini menemukan, dari 60 pasien asma, 57 di antaranya melaporkan gejala masalah pernapasan saat mereka menghirup bau tak sedap, termasuk aroma minyak wangi atau parfum. Sementara itu, penelitian lain menemukan hubungan antara asma dan penyegar udara pada 30 persen responden.

Jadi, ada baiknya jika memakai parfum atau minyak wangi, serta deodoran tidak terlalu berlebihan. Karena, kini kita sudah tahu bahwa parfum yang dipakai mungkin saja dapat membahayakan orang lain, atau bahkan diri sendiri.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini