Mau Makan Siang di Restoran Shabu-Shabu? Simak Dulu 3 Aturan Menyantapnya

Grivy.com, Jurnalis · Selasa 27 Februari 2018 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 27 298 1865313 mau-makan-siang-di-restoran-shabu-shabu-simak-dulu-3-aturan-menyantapnya-KLpZJneUBO.jpg Aturan makan di restoran shabu-shabu (Foto:Shaburi)

SEDANG ingin menyantap kuliner khas Jepang tapi bosan dengan ramen? Tetap berkuah dan lezat, menyantap shabu-shabu bisa jadi pilihan tepat Anda dan sejumlah teman di tempat bekerja. Tapi sebelum meluncur ke restoran shabu-shabu, ada baiknya Anda mengetahui hal berikut.

Di musim dingin, shabu-shabu kerap jadi pilihan kuliner yang cocok disantap bareng keluarga. Apalagi, bagi Anda penggemar makanan berkuah. Menggunakan bahan irisan daging sapi, jamur, dan ragam sayuran--shabu-shabu tergolong nabe ryori; atau makanan yang dimasak dalam panci dan harus disantap selagi hangat.

Sesuai jenisnya, restoran akan mempersilakan pengunjung “memasak” sendiri makanannya. Anda bebas memilih sendiri bahan makanan seperti irisan tipis daging sapi, jamur, serta aneka sayuran seperti sawi putih, lobak, wortel, dan masih banyak lagi. Beberapa restoran juga telah melengkapi bahan isian dengan daging babi, ayam, serta aneka olahan ikan.

Seluruh bahan tadi kemudian akan direbus dengan kuah kaldu yang sudah dididihkan. Hanya saja, cara menyantapnya tidak sebatas meletakkan bahan ke dalam kuah dan menyantapnya setelah matang. Berikut beberapa hal yang harus jadi perhatian.

BACA JUGA:

Menikmati Steak Wagyu yang Empuk

1. Pemilihan Kuah dan Bahan Isian

(Savorjapan)

Seluruh bahan masakan shabu-shabu akan dimasak dengan kuah di dalam panci. Sebagai langkah awal, Anda akan dipersilakan untuk memilih beberapa jenis kuah seperti kaldu ayam, tom yam, sup Mongolia, dan masih banyak lagi. Nah, jika belum familier, ada baiknya Anda meminta tester kepada pihak restoran.

Setelahnya, pilih bahan-bahan yang akan dimasak. Bagi Anda yang tidak menggunakan paket all you can eat, bisa bertanya lebih dulu soal pilihan daging yang akan dimasak. Biasanya, restoran akan mengenakan harga yang berbeda pada setiap jenis daging.

2. Tidak Sekadar Memanaskan Kuah

 

Setelahnya, pihak restoran akan langsung meletakkan panci berisi kuah kaldu di atas pemanas. Jika inilah kali pertama Anda menjajal shabu-shabu, tidak ada salahnya bertanya soal penggunaan kompor listrik--seperti untuk menaikkan atau menurunkan suhu, mematikan dan menyalakan; juga tingkat kepanasan yang tepat.

Setelah api menyala, tunggu hingga kuah kaldu mendidih. Biasanya, panci akan disediakan dalam keadaan tertutup. Ingat, jangan pernah membukanya hingga kuah kaldu mendidih. Sembari menunggu, Anda bsia mempersiapkan saus tare (atau jenis saus lainnya) di piring kecil.

3. Masukkan Sayuran Lebih Dulu

(Hubjapan)

Bahan pertama yang harus Anda masukkan ke dalam kuah yang sudah mendidih adalah sayuran. Sebelumnya, kecilkan api terlebih dulu agar kuah tetap mendidih pelan-pelan. Pilih sayuran yang tidak mudah matang, seperti lobak, daun bawang, wortel, atau tahu. Ketika sudah matang, ambil satu lembar daging menggunakan sumpit, lalu celupkan seluruh bagian ke dalam kuah sembari diayunkan. Adapun gerakan inilah yang disebut dengan shabu-shabu, asal nama jenis santapan ini.

BACA JUGA:

Bawa Hidangan Scalloped Kentang, Chrissy Teigen Takut Tidak Lolos Keamanan Bandara

Satu hal yang harus diingat, masak daging sapi satu per satu. Hindari meninggalkan daging di dalam kuah dan pastikan lama merebusnya kurang dari sepuluh detik. Nah, daging sapi dan ikan bisa dimakan dalam keadaan setengah matang--atau dapat dilihat saat daging mulai berubah warna.

Sajikan sayur dan seluruh bahan lain di dalam mangkuk. Tambahkan sedikit kuah. Makanan ini bisa disantap langsung atau ditambahkan saus. Beberapa orang juga melengkapinya dengan nasi putih atau mi udon.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini