nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Limbah, Hawaii Alami Krisis Air Bersih

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 27 Februari 2018 20:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 27 406 1865593 gara-gara-limbah-hawaii-alami-krisis-air-bersih-GoxEGpD3a9.jpg Hawaii (Foto: USA)

HAWAII selama ini dikenal sebagai surganya keromantisan yang cukup legendaris. Banyak pasangan yang memilih berbulan madu atau menghabiskan waktu bersama di kepulauan tersebut. Selain itu, keindahan laut juga membuat sejumlah orang senang berkunjung untuk melakukan aktivitas air seperti berselancar dan snorkeling.

Sayangnya, keindahan Hawaii harus terganggu dengan masalah yang ada sekarang ini. Berdasarkan informasi, kini pulau tersebut telah penuh dengan kotoran. Untuk mengembalikan lingkungan menjadi bersih pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit yaitu sekira USD1,75 miliar atau setara dengan Rp 23,9 triliun.

 BACA JUGA:

Seru, 22.258 Wisatawan Semarakkan Festival Perang Air Selatpanjang

Munculnya kotoran yang membuat wisatawannya terkena infeksi kulit dan mencemari air minum lantaran terjadi krisis cesspool. Cesspool adalah lubang tanah dimana kotoran manusia yang tidak diolah diendapkan dan limbah tersebut memiliki kadar nitrat yang hampir melampaui batas wajar. Menurut departemen kesehatan negara bagian tersebut, limbah menyebabkan risiko penyakit pada penduduk pulau serta bahaya yang signifikan terhadap arus dan sumber daya pesisir termasuk terumbu karang.

"Limbah cair menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap kesehatan manusia dan ekosistem yang sensitif. Air limbah cesspool mengandung patogen, bakteri, dan virus yang dapat menyebarkan penyakit. Selain itu, limbah cair mengandung nitrogen dan fosfor yang dapat mengganggu ekosistem sensitif Hawaii," tulis laporan dari departemen kesehatan seperti yang dikutip dari New York Post, Selasa (27/2/2018).

Laporan tersebut menyatakan bahwa penggantian tangki untuk memperbaiki kondisi lingkungan memakan waktu bertahun-tahun. Selain itu, tempat berlabuh juga dapat memengaruhi kesehatan karena berinteramsi langsung dengan limbah. Salah satu risiko utamanya adalah kontaminasi sumber air minum karena peningkatan kadar nitrat yang memungkinkan polutan termasuk patogen masuk ke tubuh manusia.

 BACA JUGA:

Jogja Destinasi Favorit Wisatawan Low Budget

Krisis ini juha mengancam pantai, perairan pesisir, dan kehidupan laut sehingga berdampak pada ekonomi pariwisata. Hal itu lantaran senyawa yang terkandung dalam limbah dapat menyebabkan pertumbuhan alga yang menurunkan kualitas dan kejernihan air. Ada pula dampak terhadap terumbu karang memengaruhi ekonomi negara, perlindungan garis pantai, rekreasi, dan habitat kehidupan laut.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini