nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maskapai Transvia Terpaksa Lakukan Pendaratan Darurat karena Penumpangnya Tidak Berhenti Kentut

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2018 10:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 01 406 1866350 maskapa-transvia-terpaksa-lakukan-pendaratan-darurat-karena-penumpangnya-tidak-berhenti-kentut-qwS2a3D7BG.jpg Maskapai Penerbangan (Foto: Mirror)

PENDARATAN darurat yang dilakukan oleh seorang pilot saat mengemudikan pesawat terbang adalah hal yang lumrah terjadi. Biasanya kondisi itu terjadi jika ada masalah di sistem kendali pesawat, atau karena ada penumpang yang membutuhkan pertolongan sesegera mungkin. Namun siapa sangka jika pendaratan darurat bisa terjadi hanya karena seorang penumpang kentut.

Peristiwa ini dialami oleh seorang pilot yang bekerja di maskapai penerbangan Transvia Airlines. Pesawat yang semula dijadwalkan terbang dari Dubai menuju Amsterdam, terpaksa mendarat di Wina, Austria. Alasannya sepele yaitu karena ada seorang pria tua yang kelebihan berat badan dan tak berhenti kentut.

Kondisi tersebut telah mengganggu penumpang di sebelah pria tersebut. Pemuda asal Belanda yang kebetulan berada di sebelah pria tersebut, sudah meminta agar dirinya berhenti kentut dan pergi ke toilet. Sayang permintaan itu tidak diindahkan oleh sang pria. Lantaran merasa kesal pemuda dari negeri kincir angin itu pun melapor ke awak kabin.

Pramugari hingga pilot akhirnya turun tangan guna meminta pria tersebut untuk menghentikan hal buruk yang mengganggu penumpang lain. Tapi lagi-lagi permintaan tidak dipenuhi dan malah memicu perkelahian. Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, pilot pun memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat guna meminta bantuan.

Setelah melakukan pendaratan, pihak keamanan bandara di Wina akhirnya masuk ke pesawat sambil membawa anjing yang berukuran besar. Kedua penumpang dan dua penumpang lain yang dianggap sebagai provokator dipaksa untuk turun. Salah seorang penumpang yang diturunkan, Nora Lachhab tidak terima dengan perlakuan yang diterimanya.

"Sangat gila karena kami ikut disuruh turun. Kami tidak tahu siapa orang-orang tersebut dan kami memiliki nasib buruk hanya karena kebetulan berada di barisan yang sama dengan mereka. Kami tidak melakukan apapun," terang Nora seperti yang dikutip dari Mirror, Kamis (1/3/2018).

Peristiwa itu kemudian diunggah ke akun media sosial milik Alfred Dekker dan menjadi perbincangan warga net. Pihak maskapai penerbangan menerangkan alasan kedua penumpang ikut diturunkan. Mereka diperkirakan telah melakukan kesalahan perilaku dan pelecehan verbal.

"Awak kami harus memastikan penerbangan yang aman. Ketika penumpang menimbulkan risiko yang tidak baik, awak kami akan mereka segera turun tangan karena mereka dilatih untuk itu. Mereka tahu betul mana batasnya," ucap juru bicara Transvia Airlines. Atas insiden yang terjadi, keempat penumpang tersebut masuk dalam daftar blaklist sehingga tidak lagi diizinkan untuk bepergian dengan maskapai penerbangan bertarif rendah tersebut.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini