nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Biar Kopi Nusantara Berjaya, 11 Maret Diusulkan Jadi Hari Kopi Nasional

Hambali, Jurnalis · Jum'at 02 Maret 2018 11:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 02 298 1866909 biar-kopi-nusantara-berjaya-11-maret-diusulkan-jadi-hari-kopi-nasional-DhFLMkOITr.jpg Kopi tubruk khas Indonesia (Foto: Wikipedia)

MANTAN Menteri Pertanian Anton Anpriyantono menginisiasi dideklarasikannya tanggal 11 Maret 2018 sebagai Hari Kopi Nasional. Langkah itu, diharapkan mampu meningkatkan kejayaan kopi nusantara yang tergeser oleh negara-negara lain.

"Maka tanggal 11 Maret nanti, kita usulkan menjadi Hari Kopi Nasional. Ini sebagai penanda bangkitnya kopi nusantara," kata Anton kepada wartawan di Intermark, Jalan Lingkar Timur BSD, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis 1 Maret 2018.

Kopi sendiri merupakan jenis minuman yang banyak digemari di seluruh dunia. Bukan hanya karena kenikmatan para konsumen penikmat kopi, tapi juga karena nilai ekonomis bagi negara-negara yang memproduksi dan mengekspor biji kopi seperti Indonesia.

Saat ini, popularitas kopi Indonesia berada pada urutan kesekian setelah, Brazil, Vietnam, Kolombia, India, bahkan Filiphina. Oleh karenanya, diperlukan adanya wadah yang mampu menjembatani kegelisahan para pelaku usaha kopi dari hulu hingga hilir.

"Maka kita akan mengundang seluruh stake holder, dalam ikrar Dewan Kopi Indonesia. Jadi tujuannya ada 2, pertama mengembalikan kejayaan kopi nusantara, kedua adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kopi ini," imbuh Mentan era Kabinet Indonesia Bersatu ini.

(Foto: Hambali/Okezone)

Kopi yang dijual di dunia biasanya adalah kombinasi dari biji yang dipanggang dari dua varietas pohon kopi, yakni Arabika dan Robusta. Perbedaan antara keduanya, terletak pada rasa dan tingkat kafeinnya. Indonesia yang merupakan wilayah dengan iklim tropis, tentu memiliki potensi besar menjadi raksasa kopi dunia, jika regulasi dan pengelolaannya saling melengkapi.

Sementara, yang baru ada di Indonesia barulah sebatas asosiasi kopi, sehingga tidaklah cukup untuk bisa menindaklanjutinya menjadi hal yang lebih kongkrit. Maka dari itu, wadah Dewan Kopi Indonesia diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap kejayaan kopi nusantara.

"Bisa dikatakan, saat ini kebijakan yang ada belum sepenuhnya berpihak pada upaya meningkatkan kualitas kopi nusantara. Mestinya, dibangun juga kesadaran para petani kopi, bagaimana mereka turut memberi andil atas kualitas kopi, dari mulai pembenihan, pemupukan, hingga pengolahan dan produksi," tambahnya lagi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini