nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Biar Tak Simpang Siur, Ini Fakta dan Mitos seputar Protein

Widya Marchellin, Jurnalis · Jum'at 02 Maret 2018 13:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 02 298 1866918 biar-tak-simpang-siur-ini-fakta-dan-mitos-seputar-protein-vhDZBRUtYf.jpg Sumber protein (Foto: Britcdn)

PROTEIN merupakan salah satu zat yang sangat dibutuhkan tubuh karena fungsinya sebagai pembangun tubuh. Setiap orang dianjurkan untuk mengonsumsi makanan protein 1 gram per kg berat tubuh. Meskipun terbilang jarang kekurangan protein dapat menyebabkan kerontokan rambut, kwasiorkor dan merasmus pada anak – anak yang dapat berakibat kematian.

Namun berbagai pertanyaan tentang protein masih banyak menjadi perbincangan. Agar tidak terjadi lagi simpang siur, Anda perlu mengetahui fakta dan mitos seputar protein. Berikut uraiannya:

Konsumsi banyak protein tidak sehat untuk tubuh

Fakta. Mengkonsumsi protein berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Protein yang berasal dari daging dan sumber hewani mengandung banyak lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kolesterol dan juga menimbulkan kondisi medis lainnya seperti penyakit ginjal.

Laki – laki membutuhkan lebih banyak protein dari perempuan

Fakta. Jumlah sumber makanan protein yang dibutuhkn oleh tubuh dipengarruhi oleh jenis kelamin, usia, berat badan, dan aktivitas fisik. Umumnya laki – laki membutuhkkan protein yang lebih darpada perempuan.

Makanan tertentu yang mengandung protein dapat menyebabkan alergi

Fakta. Protein yang ada pada makanan tertentu dapat menyebabkan alergi, karena struktur protein memicu respons imun. Sebagai contoh: Banyak orang alergi terhadap gluten, protein yang ditemukan terutama pada sereal.

Protein mengandung sembilan asam amino esensial

Fakta. Protein lengkap adalah protein yang mengandung kesembilan asam amino esensial. Dalam kebanyakan kasus (tapi tidak semua) protein hewani seperti daging sapi, ayam, ikan, produk susu dan telur, dianggap sebagai protein yang lengkap. Sumber protein yang tidak lengkap misalnya adalah kacang-kacangan dan sayuran.

Protein hanya ada pada daging

Mitos. Sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan merupakan sumber protein yang sangat baik tanpa risiko kesehatan dari daging dan produk hewan lainnya. Setengah cangkir tahu pasti mengandung 13 gram protein dan tidak terkait dengan diabtes.

Protein itu bagus, karbohidrat buruk

Mitos. Protein dan karbohidrat adalah bagian dari diet bergizi seimbang. Karbohidrat adalah sumber utama energi. Biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan dianggap karbohidrat dan juga sumber protein, serat, dan nutrisi penting lainnya. Kekurangan karbohidrat menyebabkan ketosis, keadaan dimana tubuh membakar lemak dan efek samping lainnya seperti bau mulut, masalah gastrointestinal, kelelahan dan kemungkinan kerusakan organ.

Diet protein tinggi berbahaya

Mitos. Tidak ada bukti bahwa diet yang mengandung 20-35% kalori dari protein berbahaya bagi orang sehat. Dan karena itu, diet hingga 35% kalori dari protein dianggap dapat diterima sesuai dengan Institute of Medicine. Namun, diet protein yang lebih tinggi dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang lebih besar pada orang dengan gangguan fungsi ginjal atau penyakit ginjal kronis. Selain itu, diet protein tinggi dapat meningkatkan risiko pengembangan asam urat pada beberapa orang.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini