nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Abaikan Batuk Kering yang Tak Kunjung Sembuh, Bisa Saja Itu Penyakit IPF!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 02 Maret 2018 15:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 02 481 1867037 jangan-abaikan-batuk-kering-yang-tak-kunjung-sembuh-bisa-saja-itu-penyakit-ipf-QHIWVeHdbA.jpg Ilustrasi batuk (Foto: Nuclear Medicine Clinic)

PERNAH membayangkan Anda tidak bisa mengirup oksigen dalam waktu 30 detik? Cobalah sekarang dan apa yang terjadi setelahnya setiap orang punya efek yang berbeda-beda.

Namun, di sini perlu dijelaskan bahwa oksigen menjadi hal yang sangat mahal harganya ketika Anda sudah memiliki masalah pada paru-paru secara khusus. Padahal, oksigen ada di kehidupan Anda sehari-hari dan Anda bisa mendapatkannya dengan gratis.

Ya, bagi penderita Idiopathic Pulmonary Fibrosis (IPF) bernapas adalah hal yang sangat istimewa. Sebab, penderita penyakit ini tidak bisa secara normal bernapas dengan baik. Sekali dia menarik napas, yang terjadi adalah sakit yang cukup berarti. Kalau sudah begini, siapa yang bisa hidup dengan bahagia?

Nah, bagaimana penyakit IPF ini muncul?

Dijelaskan Dokter Spesialis Paru Konseling Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K) penyakit ini membuat seseorang tidak bisa mendapatkan oksigen. Sebab, terjadi luka parut di kantung paru yang mana itu daerah pertukaran oksigen dan karena itu membuat setiap hembusan napas sangat berarti.

"Karena adanya jaringan parut di kantung okseigen, ini yang kemudian membuat paru-paru pasien tidak seelastis biasanya dan kalau sudah begitu, sangat sulit bagi paru-paru untuk mengembang dan akhirnya Anda susah bernapas," papar dr. Agus saat ditemui di Diskusi Media BPOM Menyetujui Pirfenidone untuk Pengobatan Idiopathic Pulmonary Fibrosis (IPF) di Indonesia, di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2018).

dr. Agus melanjutkan, sampai sekarang masyarakat masih banyak yang belum mengetahui masalah serius ini. Masalah ini yang kemudian membuat penderita IPF sangat sulit untuk mendeteksi dirinya dan akhirnya telat mendapatkan pertolongan.

"Perlu diketahui juga bahwa selama ini masih sangat banyak terjadi salah diagnosis, karena penyakit ini memang sulit untuk dikenali dan belum banyak yang mengetahuinya," tambah dr. Agus.

Selanjutnya, Dokter Spesialis Paru Konseling Dr. Sita Andarini, PhD, Sp.P (K) menuturkan bahwa sampai saat ini penyebab masalah ini pun bisa dikenali. Namun, sejauh ini ahli medis melihat bahwa faktor risiko dari masalah ini yang memungkinkan seseorang bisa terserang penyakit IPF.

"Bagi dokter spesialis paru mungkin sudah bisa mendeteksi masalah ini, tapi banyak dari masyarakat yang tidak langsung berkunjung ke dokter spesialis dan memilih dokter umum dan mereka para dokter umum masih banyak yang belum memahami dengan betul penyakit IPF ini. Makanya muncul masalah salah diagnosis," papar dr. Sita.

Beberapa penyakit yang menyerupai masalah IPF ini adalah TB, asma, atau infeksi paru. Dan tidak jarang, sambung dr. Sita, dokter pun memberikan obat untuk penyakit-penyakit tersebut bukan secara spesifik memberikan obat khusus IPF.

"Makanya, saya sangat menyarankan untuk melakukan deteksi dini. Sebab, setelah setahun penyakit ini muncul dan tidak mendapat penanganan dengan baik, maka angka harapan hidupnya menjadi lebih kecil," tambah dr. Sita.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini