nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspadai Endometriosis yang Bahayanya Bisa Bikin Wanita Susah Hamil

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 03 Maret 2018 22:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 03 481 1867569 waspadai-endometriosis-yang-bahayanya-bisa-bikin-wanita-susah-hamil-b2XiWOmy1o.jpg Ilustrasi (Foto: Guardian)

ENDOMETRIOSIS jadi satu gangguan penyakit yang umum dialami wanita, namun selalu diabaikan. Padahal penyakit ini bisa menyebabkan kondisi nyeri haid hingga gagal hamil.

Namun ditegaskan para ahli, endometriosis bukanlah kanker. Penyakit ini dapat dicegah berdasarkan faktor risikonya.

Namun, jika ditelisik penyebabnya, dokter sulit membeberkannya secara pasti. Sementara kondisi endometriosis menyebabkan gejala yang menyakitkan bagi kaum hawa, terutama menjelang menstruasi.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Ferdhy Suryadi Suwandinata SpOG KFER dari Siloam Hospital Kebon Jeruk Jakarta menjelaskan, gejala dari endometriosis umumnya jelas terjadi saat menstruasi. Biasanya di bagian belakang rahim akan sangat nyeri dan darah menstruasi yang keluar warnanya cokelat.

"Gejala mirip kista, tapi ada spesifik perbedaan. Ditambah yang sudah menikah, ada rasa nyeri saat senggama," ujar dr Ferdhy saat dihubungi Okezone, Sabtu (3/3/2018).

Saat wanita mengalami endometriosis, kondisi jaringan endometrium yang letaknya tidak beraturan. Misalnya, di ovarium, dinding luar rahim, vagina, usus dan kandung kemih. Pada akhirnya, pasien mengalami suatu kondisi seperti peradangan yang rasanya begitu menyakitkan.

Kondisi seperti itu dampaknya tidak hanya sebentar. Bila telah menikah, dampaknya bisa memicu ketidaksuburan yang tak diinginkan.

Karena setiap pasangan suami istri pasti ingin punya momongan untuk meneruskan keluarganya. Kalau ada masalah di rahimnya, bisa mengecewakan.

Tapi, menurut dr Ferdhy, mitosnya endometrosis dianggap kalau sudah menikah akan hilang gejalanya. Padahal tidak, karena endometriosis semakin lama dibiarkan, bisa bikin terlambat terdeteksi.

"Endometriosis juga bisa menutupi rahim dan bikin susah hamil. Kalau dibilang kalau menikah endometriosis itu hilang, salah karena justru terlambat terdeteksi," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini