nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anda Suka Melewatkan Sarapan? Ini Efek Buruknya!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Minggu 04 Maret 2018 14:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 04 481 1867705 anda-suka-melewatkan-sarapan-ini-efek-buruknya-Oi5gpi1LS0.jpg Breakfast (Foto: Friendsly)

SARAPAN menjadi salah satu rutinitas yang ternyata tidak dilakukan oleh semua kalangan. Padahal anak-anak, pelajar, dan orangtua membutuhkan sarapan sebagai permulaan hari untuk rutinitas sehari-hari.

"Data pada 2012 menunjukkan 17-59 persen siswa sekolah dan remaja, serta 30,2 persen wanita dewasa tidak terbiasa sarapan. Untuk kualitas sarapan, 45 persen anak sekolah belum memenuhi kebutuhan gizi sarapan, 70 persen belum memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral sarapan, serta 90 persen belum memenuhi kebutuhan serta sarapan," papar Prof Dr. Ir. Hardinsyah, dalam acara Ayo Bangun Indonesia Bersama Nestle, Minggu (4/3/2018).

Prof. Dr. Ir. Hardinsyah mengatakan, data yang dipaparkan itu telah berubah seiring berjalannya waktu, ternyata kebiasaan sarapan di kalangan siswa sekolah dasar di Indonesia semakin meningkat selama lima tahun terakhir ini. Kendati demikian,

Hal tersebut merupakan sebuah pencapaian bagi seluruh pihak yang terlibat dalam gerakan PESAN (Pekan Sarapan Nasional). Maka dari itu, ada banyak manfaat meluangkan waktu untuk sarapan sehat yang diperoleh oleh anak-anak, dewasa maupun orangtua. 

"Semakin banyak keluarga Indonesia yang mendapatkan manfaat sarapan, mulai dari meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan anak, menanamkan kebiasaan disiplin, mempertahankan status gizi normal, hingga menurunkan risiko kejadian beberapa penyakit tidak menular, seperti diabetes, penyakit jantung koroner dan stroke," jelasnya.

Sedangkan, risiko melewatkan sarapan bisa mempengaruhi kegiatannya seperti, terganggunya produktivitas tubuh, karena akan cepat lelah, tubuh tidak berenergi, susah berkonsentrasi serta meningkatkan risiko naiknya berat badan.

Untuk itu, Pergizi Pangan Indonesia menyarankan masyarakat untuk mengacu pada pedoman 6J, ketika mempersiapkan sarapan sehat dengan gizi seimbang, antara lain:

1. Jenis makanan dan minuman pada sarapan, karbohidrat protein (lauk pauk), sayur, buah dengan minuman berupa air putih, susu, kopi, teh atau jus

2. Jumlah pangan sesuai anjuran memenuhi sekira 1/4 kebutuhan gizi harian

3. Jadwal sarapan dalam kurun waktu dua jam setelah bangun tidur, dianjurkan sebelum pukul 09.00 pagi

4. Jurus mengolah, dianjurkan pengolahan pangan tidak rumit dan menghemat waktu agar kandungan zat gizi pada makanan tidak banyak hilang

5. Jurus menyiapkan, penyajian yang menarik agar menggugah selera dan variasi makanan agar tidak bosan

6. Jurus mengonsumsi, tidak makan tergesa-gesa, tidak makan sambil berjalan atau berlari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini