Meredam Penyebaran Difteri di Kota Jayapura

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 05 Maret 2018 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 05 481 1868100 meredam-penyebaran-difteri-di-kota-jayapura-W6VhGCgmu6.jpg Ilustrasi (Antara)

JAYAPURA - Dinas Kesehatan Provinsi Papua melibatkan sejumlah institusi kesehatan di wilayahnya guna mengantisipasi penyebaran penyakit difteri di Kota Jayapura.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Papua dr Aaron Rumainum mengemukakan upaya antisipasi difteri di Kota Jayapura, karena imunisasi difteri di kota itu di atas 95 persen. Di wilayah Pulau Jawa juga cakupan imunisasi difterinya di atas 95 persen namun masih saja kecolongan yakni masih saja terjadi difteri.

"Sehingga perlu kami duduk bersama-sama membahas dan menetapkan alur rujukkan jika terjadi difteri, siapa yang mendiagnosa difteri. Pertemuan terkait itu sudah dilakukan pada Februari lalu," ujar Aaron di Jayapura, Senin.

Aaron menjelaskan, melalui momentum kala itu, telah disepakati bahwa dokter spesialis penyakit dalam yang mendiagnosa penyakit difteri bagi pasien yang berusia di atas 18 tahun. Selanjutnya, dokter spesialis anak mendiagnosa pasien difteri yang berusia di bawah 18 tahun.

Kesepakatan lain bahwa jangan memberikan antibiotik dulu sebelum dilakukan pengambilan sampel. Pengambilan sampel oleh petugas puskesmas, petugas rumah sakit, didukung petugas di laboratorium. Kemudian sampelnya dikirim ke Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut.

"Ada sebagian sampel yang pemeriksaannya dilakukan di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda), karena Labkesda ini diharapkan dapat membeckap laboratorium di Surabaya, yang menjadi laboratirum rujukkan nasional untuk pemeriksaan difteri," ujarnya.

Momentum itu juga ditetapkan agar puskesmas melakukan sistem kewaspadaan dini dan respon cepat terhadap 23 penyakit berpotensi kejadian luar biasa (KLB). Aaron mengatakan, pembahasan terkait antisipasi difteri itu digelar dalam bentuk rapat koordinasi (rakor) dengan melibatkan sejumlah institusi kesehatan.

Peserta yang dilibatkan yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan Kota Jayapura, puskesmas se Kota Jayapura, para dokter spesialis anak di rumah sakit di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom.

Selanjutnya, perhimpunan dokter spesialis ahli penyakit dalam, ikatan dokter anak Indonesia cabang Papua, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, RSUD Abepura, Rumah Sakit Bhayakara, Rumah Sakit Angkatan Laut, Rumah Sakit Marthen Indey juga hadir dalam pertemuan itu. "Ada sekitar 60 orang dari berbagai instansi kesehatan yang hadir dalam rapat kala itu," tambah Aaron.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini