Terungkap Salah Satu Pemicu Wabah Difteri yang Hebohkan Masyarakat Indonesia

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 05 Maret 2018 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 05 481 1868164 terungkap-salah-satu-pemicu-wabah-difteri-yang-hebohkan-masyarakat-indonesia-acs3qfV3JG.jpg Ilustrasi sakit (Foto: Shutterstock)

AKHIR 2017, masyarakat dihebohkan dengan wabah difteri. Belakangan ini, para ahli mengungkap alasan terjadinya penyakit menular itu di Indonesia.

Sejak lama tren imunisasi di kalangan orangtua memang menimbulkan pro dan kontra. Padahal seharusnya banyak penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, yang nantinya tak mengakibatkan wabah.

Spesialis Anak dr Dave Anderson, SpA menjelaskan, pandangan orangtua setelah imunisasi 9 selalu dianggap sudah lengkap. Padahal masih ada booster lagi yang harus dilengkapi.

"Boosternya yang harus dilengkapi yaitu di usia 18 bulan dan 5 tahun. Kalau itu tidak diberikan, imunisasi tidak lengkap," ujarnya kepada Okezone lewat pesan elektronik, Senin (5/3/2018).

Dokter yang praktik di Siloam Asri Hospital itu menambahkan, penyakit difteri sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus). Namun, orangtua tak menyadarinya, sehingga banyak anak yang menderita difteri yang akhirnya menjadi wabah.

dr Dave menegaskan, meskipun anak-anak sudah lengkap mendapatkan imunisasi, setidaknya dapat memberi ulang dalam program outbreak response immunization (ORI). Pemerintah mewajibkan kepada orangtua di Indonesia, agar mau mengimunisasi anaknya dengan komposisi 0-1-6.

"Orangtua jangan terperangkap kalau imunisasi 9 bulan artinya sudah lengkap, padahal belum karena masih ada lanjutannya sampai anak sekolah," imbuhnya.

Difteri penyakitnya tidak boleh diabaikan, sebab dampaknya sebabkan komplikasi hingga kematian mendadak. Gejalanya biasanya demam tinggi, leher membesar, ada membran putih di tenggorokan, dan lainnya. Terjadi antara 2-5 hari terserang bakteri pemicu difteri.

Siapa saja bisa terkena penyakit ini, tergantung bagaimana penyebaran dari difteri. Termasuk orang dewasa yang imunitasnya menurun bisa menderita penyakit menular ini. Kalau terlambat terdeteksi dan tidak segera mendapatkan pengobatan, dampaknya sebabkan komplikasi.

Adapun komplikasi dari penyakit difteri bisa menyebabkan kelumpuhan saraf dan gagal ginjal. Terlebih, penyakit ini juga membuat orang susah bernapas, karena tenggorokan atau jalan napas tertutup oleh membran putih.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini