nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tujuh Antibiotik Alami yang Aman dan Efektif Menjaga Daya Tahan Tubuh

Widya Marchellin, Jurnalis · Senin 05 Maret 2018 21:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 05 481 1868197 tujuh-antibiotik-alami-yang-aman-dan-efektif-menjaga-daya-tahan-tubuh-XZ8UkJtOS8.jpg Madu (Foto: Youtube)

TIDAK diragukan lagi bahwa antibiotik merupakan penemuan besar dalam dunia kedokteran. Dimulai dari ditemukannya Penisilin pada tahun 1928 sampai sekarang, antibiotik merupakan solusi cepat untuk infeksi bakteri.

Melansir Medicalnewstoday, Senin (5/3/2018) ada 7 antibiotik alami yang aman digunakan. Apasaja itu? Berikut uraiannya:

Bawang putih

Budaya di seluruh dunia telah lama mengenal bawang putih karena kekuatan pencegahan dan penyembuhannya.

Penelitian telah menemukan bahwa bawang putih dapat menjadi pengobatan yang efektif melawan berbagai bentuk bakteri, termasuk Salmonella dan Escherichia coli ( E. coli ). Bawang putih bahkan telah dipertimbangkan untuk digunakan melawan TB yang resistan terhadap berbagai jenis obat .

Madu

Sejak zaman Aristoteles, madu telah digunakan sebagai salep yang membantu untuk menyembuhkan luka dan mencegah atau menarik keluar infeksi. Para profesional kesehatan saat ini merasa terbantu dalam mengobati luka kronis, luka bakar, bisul dan luka baring.

Efek antibakteri madu berasal dari kandungan hidrogen peroksidanya. Sebuah penelitian di tahun 2011 melaporkan bahwa jenis madu yang paling terkenal menghambat sekitar 60 jenis bakteri. Ini juga menunjukkan bahwa madu berhasil mengobati luka yang terinfeksi dengan methicillin-resistant Staphylococcus aureus.

Jahe

Komunitas ilmiah juga mengakui jahe sebagai antibiotik alami. Beberapa penelitian, termasuk satu yang diterbitkan pada 2017, telah menunjukkan kemampuan jahe untuk melawan banyak strain bakteri. Periset juga mengeksplorasi daya jahe untuk mengatasi mabuk laut dan mual dan menurunkan kadar gula darah.

Echinacea

Penyembuh asli Amerika dan penyembuh tradisional lainnya telah menggunakan Echinacea selama ratusan tahun untuk mengobati infeksi dan luka.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Biomedicine and Biotechnology melaporkan bahwa ekstrak Echinacea purpurea dapat membunuh berbagai jenis bakteri, termasuk Streptococcus pyogenes (S. pyogenes).

S. pyogenes bertanggung jawab untuk radang tenggorokan, sindrom syok toksik, dan "penyakit pemakan daging" yang dikenal sebagai necrotizing fasciitis.

Goldenseal

Goldenseal biasanya dikonsumsi dalam teh atau kapsul untuk mengobati masalah pernafasan dan pencernaan termasuk diare dan infeksi saluran kemih.

Selain itu, hasil penelitian terbaru mendukung penggunaan goldenseal untuk mengobati infeksi kulit. Di laboratorium, ekstrak goldenseal digunakan untuk mencegah virus methicillin-resistant Staphylococcus aureus yang merusak jaringan.

Seseorang yang menggunakan obat resep harus memeriksakan diri ke dokter sebelum minum goldenseal, karena suplemen ini dapat menyebabkan gangguan. Goldenseal juga mengandung berberine, komponen penting dari antibiotik alami. Alkaloid ini tidak aman untuk bayi, atau wanita yang sedang hamil atau menyusui.

Cengkeh

Penelitian menemukan bahwa ekstrak air cengkeh efektif membasmi berbagai jenis bakteri, termasuk E. Coli.

Oregano

Beberapa orang percaya bahwa oregano meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bertindak sebagai antioksidan yang mungkin memiliki sifat anti-inflamasi.

Sementara para periset belum memverifikasi klaim ini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa oregano adalah antibiotik alami yang lebih efektif, terutama bila dibuat menjadi minyak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini