nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tengah Berjuang Punya Anak, Wanita 25 Tahun Ini Justru Divonis Terancam Menopause Dini

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 11:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 06 196 1868511 tengah-berjuang-punya-anak-wanita-25-tahun-ini-justru-divonis-terancam-menopause-dini-9VyqEXNond.jpg Wanita berjuang hamil justru divonis menopause (Foto:Ist)

SETELAH tiga tahun mencoba untuk mengandung, seorang wanita bernama Danielle Golding mendengar kabar yang mengejutkan. Bagaimana tidak, di tengah penantiannya, Danielle justru divonis mengidap tumor stadium tiga dan terancam mengalami menopause dini.

Danielle terancam menopause akibat dari pembedahan yang harus dijalaninya. Saat didiagnosa oleh dokter, Danielle yang sekarang berusia 25 tahun itu mengaku mengalami masa-masa sulit yang menyakitkan dan menghancurkan mimpinya untuk memiliki anak.

Melansir dari Daily Mail, Selasa (6/3/2018), tumor yang bersarang di dalam ovariumnya tersebut berukuran sebesar buah semangka. Dalam pembedahan yang dijalaninya, Danielle mengalami penurunan estrogen yang memicu menopause, dan dia juga mengaku berkeringat serta menderita sakit kepala.

 BACA JUGA:

Fakta tentang Isi Rumah Besar Bill Gates yang Bikin Melongo, Salah Satunya Ada Trampolin Besar

“Sangat sulit mengalami menopause di awal usia 20an,” katanya.

Kanker ovarium yang diderita Danielle merupakan penyebab kematian keenam yang terjadi pada wanita di Inggris dan sebagian besar ditemukan pada wanita berusia di atas 65 tahun. Danielle juga mengaku dirinya sangat ketakutan dan tidak tahu penyakit itu sebelumnya, tapi cukup menjelaskan alasan selama ini dia tidak bisa hamil.

Merasa terpukul

Danielle awalnya dikhawatirkan menderita radang usus buntu atau pembengkakan usus buntu, tapi akhirnya dia melakukan pemindaian MRI. Sementara itu, hasil tes darah menunjukkan ada tanda-tanda tumor, zat yang diproduksi kanker.

Pada Agustus 2015 muncul dua buah tumor besar di kedua indung telurnya, yang digambarkan sebesar buah semangka. Danielle sebelumnya mempercayai semuanya baik-baik saja, kemudian dia dirujuk ke NHS, saat masih menjadi pasien di Churchill Centre.

 

Kemudian, pada September, biopsi yang diambil dari tumor mengindikasikan telah berada di stadium tiga kanker ovarium jinak, yang berarti penyakit ini tidak menyebar melampaui indung telur. Tapi, tetap saja efek akhir dari pengobatan yang membuatnya menopause dan sungguh sebuah kenyataan yang menyakitkan.

“Saya tidak percaya, aku baru berusia 23 tahun dan hasil pemeriksaan itu sangat mengejutkan, terutama ketika saya mengetahui akibat pengobatan tersebut memungkinkan indung-indung telur saya diangkat,” ungkap Danielle.

“Saya ingin menjadi seorang ibu, jadi penyakit ini benar-benar menghancurkan mimpi saya,” sambungnya.

BACA JUGA:

Tak Sekadar untuk Tidur, Intip 5 Ranjang Selebriti Mulai dari yang Elegan hingga Sensual

 

Sangat sulit mengalami menopause di awal usia 20an

Selama operasi yang berjalan enam jam pada Oktober 2015 di rumah sakit Churcill, tuba falopi, ovarium, dan tumor besar dikeluarkan. Akhirnya, pada Januari 2016 Danielle harus memasuki masa menopause.

“Sangat sulit mengalami menopause di awal usia 20an. Saya terbangun dengan keringat panas dan sakit kepala,” ucap Danielle.

Walaupun Danielle harus mengalami menopause dini, tapi dia beruntung karena memiliki pasangan yang selalu ada di sampingnya. Pada akhir tahun lalu, telur donor akan ditanamkan dengan sperma Nial, pasangan Danielle, sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam rahim Danielle. Di mata Danielle Nial begitu luar biasa dan sangat membantunya.

“Saya tidak tahu bagaimana saya bisa melewati beberapa tahun terakhir ini tanpa ada dia di sisi saya. Kami berharap bisa melahirkan bayi melalui IVF pada 2018,” harap Danielle.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini