Penyandang Diabetes Melitus Berisiko Tinggi dan Lebih Cepat Terkena Katarak

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 06 481 1868576 penyandang-diabetes-melitus-berisiko-tinggi-dan-lebih-cepat-terkena-katarak-hgKLaStkyj.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

ANDA tentu tahu jika gaya hidup tidak sehat turut memengaruhi kesehatan seseorang. Sekarang ini, tak sedikit masyarakat yang kurang beraktivitas fisik dan mengonsumsi makanan yang tinggi kalori. Hal itu membuat mereka terkena obesitas.

Angka obesitas di Indonesia terus mengalami kenaikan. Tak hanya pada usia dewasa, anak-anak juga mengalami kenaikan berat badan. Padahal, obesitas dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti serangan jantung, stroke, dan diabetes melitus atau kencing manis.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, jumlah diabetesi (orang yang terkena diabetes) sudah mencapai 6,9% atau mencapai 10 juta orang. Sayangnya, 90% diabetesi terkena diabetes melitus tipe 2 yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Penyakit ini bisa menimbulkan sejumlah komplikasi termasuk katarak.

Diabetesi memiliki peluang yang lebih besar dan lebih cepat untuk terkena katarak. Menurut Kepala Departemen Mata RSPAD Jenderal Gatot Soebroto, Kolonel dr Subandono Bambang Indrasto, SpM, MM, angka kasus pasien diabetes melitus tipe 2 yang terkena katarak cukup tinggi. Hal itu lantaran penyakit diabetes merusak bungkus yang ada pada lensa mata.

“Ketika ada kencing manis, bungkus tersebut mulai rusak. Fungsi selektif permiablenya terganggu sehingga komposisi yang masuk ke dalam lensa sudah mulai berubah,” ungkap dr Bambang, panggilan akrabnya saat ditemui dalam konferensi pers Peresmian Kegiatan CSR “Mata untuk Warna” yang diselenggarakan oleh Pacific Paint, Selasa (6/3/2018) di RSPAD Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Dalam acara tersebut, sebanyak 75 orang pasien kurang mampu mendapatkan bantuan untuk menjalani operasi katarak agar penglihatannya bisa membaik.

Berubahnya komposisi yang masuk ke lensa berpengaruh terhadap penglihatan. Sekadar informasi, bungkus pada kapsul yang ada di lensa sangat selektif terhadap partikel yang bisa masuk ke mata. Partikel tersebut berasal dari makanan yang kaya akan antioksidan. Dengan kata lain, jika fungsi bungkus tersebut rusak, maka partikel yang masuk ke lensa bukan hanya yang bermanfaat saja.

Katarak adalah suatu kondisi yang memengaruhi penglihatan, di mana mata terasa seperti berkabut atau berasap. Hal itu jelas membuat penglihatan menjadi buram dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain karena penyakit diabetes melitus, katarak bisa juga dipengaruhi oleh faktor genetik, gizi di masa lampau, paparan sinar matahari, mata minus tinggi, dan obat-obatan tertentu.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini