Jangan Anggap Remeh, Tempe Makanan Kaya Nutrisi dan Jadi Menu Wajib para Vegan

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 06 481 1868758 jangan-anggap-remeh-tempe-makanan-kaya-nutrisi-dan-jadi-menu-wajib-para-vegan-BTcDabbHPd.jpg Tempe makanan kaya nutrisi dan manfaat (Foto: Dbagus)

BANYAK masyarakat Indonesia hingga kini masih meremehkan tempe. Bahkan, tempe masih dianggap sebagai makanan orang-orang berstatus sosial rendah/miskin atau disebut makanan orang kampung.

Padahal tempe menyimpan kandungan gizi yang luar bisa. Maka tak heran jika tempe menjadi makanan wajib bagi para vegetarian dan vegan. Tempe menjadi makanan pengganti daging bagi mereka yang menjalani hidup tanpa memakan produk hewani.

"Jika kita berpikir daging memberikan asupan protein terbesar, pemikiran ini salah besar. Karena justru tempe menyumbang protein yang lebih tinggi. Bahkan kandungan kalsiumnya 10 kali lebih tinggi dibanding daging. Maka sangat cocok untuk kaum vegan dan vegetarian" ungkap DR. Susianto, Presiden Internasional Vegetarian Union saat ditemui Okezone, Selasa (6/3/2018) di Jakarta Pusat.

Ratusan penelitian telah banyak membuktikan bahwa tempe merupakan salah satu pangan bergizi dan bagian dari diet sehat. Tempe dapat digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi. Selain itum, tempe juga terbukti dapat mencegah dan mengatasi diare, serta dapat mengobati penyakit seperti hiperkolesterol dan hiperglikemia.

"Komposisi yang terdapat dalam tempe mengandung kadar protein, lemak, dan karbohidrat. Adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai.

"Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur, mulai dari bayi hingga lansia sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur," sambungnya.

Ia menambahkan, dibandingkan dengan kedelai, ada beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya. Maka, jangan lagi mengatakan kalau tempe makanan orang miskin. Dalam sejarah tempe di Kitab Serat Centhini (Jawa Kuno), diceritakan bahwa pada abad ke-XVII tempe merupakan makanan raja-raja di istana kerajaan.

Sementara itu, di Jepang tempe dijual di mal dan termasuk produk high class yang dikemas sangat mewah. Soal harganya juga fantastis. Di Inggris, 1 kilo gram tempe dihargai 10 poundsterling atau hampir setara Rp200 ribu. Itu merupakan tempe produk lokal yang mengambil bahan baku dari Inggris. Di Amerika, tempe dijual sehargaUSD 10 atau lebih dari Rp 100ribu.

"Itu pun rasanya tidak seenak tempe di Indonesia. Sementara di Belanda kini ada 50 pabrik tempe," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini