Mengenal Gejala Katarak pada Anak-anak

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 23:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 06 481 1868898 mengenal-gejala-katarak-pada-anak-anak-uMkRsEewAn.jpg Ilustrasi (Foto: Allaboutvision)

ANGKA kasus katarak di Indonesia terbilang tinggi. Berdasarkan data, pasien katarak mencapai 2 juta orang. Setiap tahun prevalensi bertambah mencapai 250 ribu pasien. Sayangnya hanya sekira 120 ribu pasien yang bisa mendapatkan operasi.

Katarak adalah suatu kondisi di mana mata terasa seperti berkabut atau berasap sehingga mengganggu penglihatan. Menurut Kepala Departemen Mata RSPAD Jenderal Gatot Soebroto, Kolonel dr Subandono Bambang Indrasto, SpM, MM, berdasarkan data pada tahun 2000-an lalu angka kebutaan di Indonesia hanya 2% dimana 50% di antaranya disebabkan oleh katarak. Akan tetapi, data di tahun 2017 menunjukkan angka kebutaan mencapai 3% dimana katarak menyumbang 70-80%.

Ditemui dalam sebuah acara, dokter yang akrab disapa dr Bambang itu menjelaskan jika siapa saja bisa terkena katarak, termasuk anak-anak. Dirinya menjelaskan penyebab anak-anak terkena penyakit tersebut lantaran terjadi infeksi kehamilan pada saat ibu mengandung seperti toksoplasmosis.

 (Baca Juga: Ini Alasan Anak-Anak Suka Junk Food dan Bahayanya Bagi Kesehatan)

Namun bisa juga karena kelainan bawaan. Katarak pada anak sebenarnya dapat dikenali dengan cukup mudah.

"Pada anak-anak biasanya orangtua dapat melihat bercak putih. Orangtua akan tahu bayi tersebut, anak tersebut tidak memberikan respon yang seperti biasanya saat diberikan sebuah objek atau mainan. Tidak selincah seperti bayi atau anak lain," papar dr Bambang saat ditemui dalam sebuah acara Selasa, 6 Maret 2018 di kawasan Jakarta Pusat.

Lantas bagaimana cara penanganannya?

"Semakin cepat dioperasi maka semakin baik. Tidak ada batasan umur, yang membatasi adalah keadaan umum dari bayi maupun anak. Dokter mata akan berkonsultasi dengan dokter anak dan dokter anestesi, apakah pasien katarak ini layak dilakukan bius total," tambah dr Bambang.

  (Baca Juga: Curhat Wanita Bertubuh Gemuk yang Sering Ditertawakan karena Berprofesi sebagai Model)

Ya, katarak memang harus ditangani dengan cara operasi untuk menggantikan lensa yang rusak. Tentu tindakan medis tidak bisa dilakukan sembarangan terutama pada anak-anak. Pasien harus melakukan berbagai skrining terkait kesehatannya dan tenaga medis yang berkaitan wajib menginformasikan kondisi pasien sebelum melakukan operasi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini