nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Dokter yang Ditolak Kerja karena Berhijab

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 20:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 07 194 1869363 kisah-dokter-yang-ditolak-kerja-di-jerman-karena-berhijab-OPkFPgufKr.png Ilustrasi dokter hijab (Foto: Stepfeed)

SEORANG wanita Mesir yang tinggal di Jerman terkejut saat mendapat respon dari institusi kesehatan tempatnya melamar pekerjaan. Balasan itu sangat menyinggung hatinya karena berkaitan dengan hijab.

Wanita yang menyembunyikan identitasnya itu menerima surat elektronik balasan dari instistusi kesehatan yang terletak di Alsdorf, Jerman. Awalnya ia mengira akan menerima kabar gembira, tetapi yang terjadi justru lebih buruk dari yang ia bayangkan.

Berbicara kepada HuffPost Arab, dokter itu kaget ketika email balasan itu menulis alasan bahwa permohonan lamaran pekerjaannya ditolak karena ia menggunakan hijab.

BACA JUGA:

Chanel Pamerkan Koleksi Terbarunya di Tengah Hutan pada Gelaran Paris Fashion Week 2018

“Sejak tiba di Jerman saya sudah beberapa kali mengirim dokumen lamaran pekerjaan. Tapi kali ini saya mendapat tawaran bekerja. Ketika saya menerima tawaran itu dengan mengirim dokumen pribadi untuk diperiksa, tapi mereka justru membalas dengan sangat menyakitkan,” ungkapnya.

Kemudian wanita tersebut membalas surat yang membuat hatinya kecewa. “Mengapa kalian mengirimkan tawaran pekerjaan kepada saya, tapi tidak ada tempat untuk wanita berhijab? Ini satu-satunya penolakan yang sangat rasis yang pernah saya terima,” tulisnya.

Wanita ini tidak terima karena ia tahu negara tersebut tidak diperbolehkan ada diskriminasi. Undang-undang di Jerman terkait persyaratan kerja tidak memperbolehkan pencari kerja menolak pelamar kerja karena alasan etnis, gender, agama, usia, disabilitas, jenis kelamin, dan termasuk orientasi seksual. Itu artinya institusi tersebut telah melanggar aturan anti diskriminasi. Atas kejadian ini dokter berhijab tersebut melaporkan kejadian ini ke polisi.

Sementara itu, Abdul Rahman Ashour, kepala sindikat kepolisian yang menerima laporan wanita itu menyatakan bahwa pihak kepolisian telah bereaksi atas kejadian tersebut. Menurut mereka ini adalah pelecehan secara verbal terhadap seorang wanita.

Ini bukan pertama kalinya terjadi kasus diskriminasi. Hal serupa pernah terjadi di Jerman dua tahun yang lalu. Seorang dokter muslim juga ditolak bekerja sebagai dokter gigi.

BACA JUGA:

2 Label Modest Fashion Indonesia Siap Unjuk Gigi di Pentas Seoul Fashion Kode 2018

Sebuah survei tahun 2016 yang dilakukan di negara Eropa bahwa penolakan kerja terhadap muslim memang biasa terjadi di Jerman. Wanita berhijab tidak hanya menghadapi diskriminasi di Jerman. Di negara-negara di seluruh Eropa, wanita Muslim yang mengenakan jilbab juga mengalami kesulitan mendapat dan mempertahankan pekerjaan mereka. Demikian dilansir dari Stepfeed, Rabu (7/3/2018). (dno)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini