nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Seorang Bapak Minta Permen Coklat Ini Tak Diletakkan Dekat Kasir Jadi Viral

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 12:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 07 298 1869077 curhat-seorang-bapak-minta-permen-coklat-ini-tak-diletakkan-dekat-kasir-jadi-viral-jru9j9CA0p.jpg Ilustrasi (Foto: @Alice Pramac/Facebook)

SETIAP orangtua tentu berharap bisa mewujudkan keinginan anaknya termasuk dalam hal-hal kecil sekalipun seperti membelikan makanan maupun minuman. Namun ada kalanya orangtua tidak bisa mewujudkannya karena terkendala masalah ekonomi. Anak yang sudah beranjak remaja atau dewasa mungkin akan mengerti. Tapi bagaimana dengan anak-anak yang masih kecil di usia balita?

Kebanyakan anak balita akan menangis ketika orangtuanya tidak mau membelikan jajanan atau mainan yang mereka lihat. Senjata anak-anak biasanya adalah menangis agar orangtuanya luluh. Beberapa orangtua mungkin ada yang langsung membelikan karena merasa malu. Tapi tetap saja ada yang berpikir dua kali karena harga untuk membeli barang tersebut terbilang mahal.

Baru-baru ini, di media sosial curhatan seorang bapak tengah menjadi viral. Pasalnya ia mengajukan protes kepada supermarket dan minimarket yang menjual produk Kinder Joy. Curhatan bapak bernama Alice Pramac itu diunggah di akun Facebook pribadinya. Ia meminta agar produk tersebut tidak diletakkan di meja dekat kasir.

Berikut curhatan bapak tersebut seperti yang dikutip Okezone, Rabu (7/3/2018):

KEPADA,

SEMUA SUPERMARKET, MINIMARKET.

Indonesia.

PERMOHONAN UNTUK TIDAK MELETAKKAN JUALAN INI DI DEKAT KASIR

Berdasarkan pada hal di atas, saya mewakili bapak-bapak diseluruh Indonesia memohon agar pihak minimarket, supermarket untuk meletakkan barang (spt dlm gambar) ke tempat lain selain dikasir.

1.Ini dikarenakan kami bapak2 tidak mampu untuk melayani kecengengan anak yg sangat menginginkan jualan ini sehingga terjadilah episode guling2 didepan kasir yg juga menyebabkan kami malu.

2.Selain daripada itu, harga yg sangat mahal (sama dengan 1 liter minyak goreng), jualan ini juga tidak memberi manfaat kpd anak2 kami. Orang lain bolehlah sudah kaya dan bisa beli banyak barang ini, Saya ini cuma pegawai yg bergaji rendah yg hanya mampu membeli mainan seharga Rp2000 itupun tangan bergetar saat bayar) di pnjual mainan keliling yang datang tiap sabtu minggu tanpa putus asa membunyikan klakson spesialnya

3. Pihak toko berfikirlah, setiap kali saya berbelanja, anak saya pasti beli jualan ini dan anak saya ada 2, kalau beli 2 hilang lagi 30ribu, itu sudah dapat beras 5 kg, sudah bisa buat makan sebulan.

Sehubungan dengan itu saya berharap pihak toko dapat mempertimbangkan serta merealisasikan impian saya juga impian setiap bapak2 di negara ini. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih.

sekian,

Di dalam curhatan tersebut terlihat jika bapak tersebut membandingkan harga produk dengan barang pokok lainnya. Sekadar informasi, di supermarket, satu produk permen coklat berlumur susu yang juga ada mainannya dijual dengan harga sekira Rp 12.000,-. Bagi sejumlah orang mungkin harga tersebut terbilang mahal bila dibandingkan dengan permen lain. Tapi ada juga yang tidak mempermasalahkannya.

Terbukti, sejak curhatan tersebut diunggah, sudah ada 34.664 pengguna yang membagikannya. Ada pula ribuan tanggapan di kolom komentar. Berikut beberapa komentar baik yang setuju maupun tidak:

“buahahaha setujuuuuuuu harga mahal tp mubazir..krn anak ga doyan..dan mainannya yg kecil sllu keslimpet kmna2 dan akhrnya kesapu..mubazir jg..”

“Siapa suruh belanja di supermarket dan minimarket..?? Lebih bijak anda belanja di warung milik tetangga anda sendiri, yg mereka jual barang2 yg memang jadi kebutuhan pokok anda sendiri beda dg supermarket/minimarket...”

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini