nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayi Baru Lahir Mirip Ayahnya Ada Dampak Kesehatannya, Apa Itu?

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 13:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 07 481 1869081 bayi-baru-lahir-mirip-ayahnya-ada-dampak-kesehatannya-apa-itu-WisLizGIv0.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

SALAH satu pertanyaan yang sering muncul saat seorang bayi lahir adalah ‘mirip siapa’. Ya, bayi yang baru lahir tentu memiliki kemiripan wajah dengan ayah atau ibunya. Akan tetapi, ternyata kemiripan itu bisa memengaruhi kesehatan bayi di masa depan.

Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh para ahli di Binghamton University mengungkapkan jika bayi yang baru lahir mirip dengan ayahnya, maka ia akan lebih sehat satu tahun kemudian. Alasannya karena ayah menghabiskan waktu bersama bayinya lebih lama karena yakin secara genetik bayi tersebut adalah anaknya. Kondisi itu menciptakan bonding yang lebih sehat secara keseluruhan.

Ayah akan meluangkan waktu untuk mengumpulkan informasi terkait kesehatan dan kebutuhan ekonomi anak. Hal itu membuat ayah memberikan pelayanan dan pengawasan yang lebih besar sehingga mengurangi kemungkinan anak berada dalam bahaya. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Health Economics itu menambahkan jika bayi yang baru lahir mirip ayahnya cenderung tidak memerlukan kunjungan di ruang gawat darurat, menghabiskan waktu di rumah sakit, atau mengalami serangan asma lantaran kehadiran ayahnya.

"Peran ayah penting dalam membesarkan dan mewujudkan kesehatan anak. Para ayah yang lebih yakin terhadap bayinya karena kemiripan menghabiskan lebih banyak waktu dengan bayi itu," ujar salah seorang peneliti sekaligus profesor, Dr Solomon Polachek seperti yang dikutip dari Independent, Rabu (7/3/2018).

Hasil penelitian didapatkan setelah penliti menganalisis 456 keluarga. Kelompok peserta penelitian dibagi menjadi dua, yaitu bayi yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk diurus oleh ibunya saja dan bayi yang diurus secara bersama-sama karena memiliki kemiripan dengan ayahnya. Proses analisis yang memakan waktu setahun menemukan fakta jika bayi yang menghabiskan waktu lebih banyak dengan ayahnya memiliki kondisi kesehatan yang jauh lebih menguntungkan. Hal itu didasari oleh peran ayah yang siap menggantikan ibu sebagai pengasuh utama ketika merasa rapuh.

Hasil penelitian ini secara tidak langsung mendukung setiap orangtua mengasuh anak-anaknya secara bersamaan dan mengajak para ayah terlibat dalam pola asuh anak guna memperbaiki kesehatannya sejak dini.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini