nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Perempuan Internasional, Menteri Yohana Berharap Lebih Banyak Lagi Wanita Berperan dalam Pembangunan

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 15:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 08 196 1869705 hari-perempuan-internasional-menteri-yohana-berharap-lebih-banyak-lagi-wanita-berperan-dalam-pembangunan-4NRNKD5h2k.jpg Hari Perempuan Internasional (Foto: Performer Academy)

DALAM rangka Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2018, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berharap agar wanita Indonesia lebih banyak berperan dalam pembangunan. Untuk itu saatnya suara wanita didengar.

Indonesia saat ini masuk dalam 10 negara besar untuk mewujudkan Planet 50:50 di seluruh dunia pada tahun 2030 untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam bidang politik dan pengambilan keputusan. Hal ini didukung oleh kampanye He For She yang menggerakan kaum laki – laki agar mendukung kemajuan perempuan untuk memperoleh akses yang luas di bidang politik, hukum, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lain – lain.

 BACA JUGA:

Berdampak Fatal, Ibu Hamil Patut Mewaspadai Penularan Bakteri Listeria dari Rock Melon

Planet 50 : 50 dan kampanye He For She merupakan bentuk komitmen dan kepedulian negara yang menyatakan bahwa kaum perempuan merepresentasikan separuh dari pelaku dan penerima manfaat pembangunan.

Dalam rilis yang diterima Okezone, terkait hal tersebut, maka keterwakilan suara perempuan menjadi fokus utama di dalam pengambilan keputusan. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperjuangkan perubahan positif bagi kaum perempuan khususnya yang menyangkut Akses, Partisipasi, Kontrol dan Manfaat (APKM) dari pembangunan.

Agar terwujudnya wanita Indonesia yang berdaya dan dapat berpartisipasi dalam membangun, Pemerintah Indonesia telah berperan dan menyampaikan komitmen dalam forum – forum internasional, seperti dalam Konferensi bertajuk End Violence Solutions Summit di Swedia.

Pada konferensi tersebut, Indonesia yang diwakili oleh Menteri Yohana berperan sebagai negara model dalam penanganan isu - isu kekerasan terhadap anak dan perempuan. Menteri Yohana juga menjadi pembicara dalam forum Fifth Islamic Conference of Ministers in Charge of Childhood mengenai ketahanan keluarga dalam melindungi perempuan dan anak.

Sebelumnya, Menteri Yohana juga menyempatkan diri berkunjung ke Afghanistan untuk menjadi pembicara dalam "Symposium on the Role and Contribution of Afghanistan Women for Peace" pada 15-16 Mei 2017 lalu. Dalam agenda tahunan konferensi dunia Commission on the Status of Women (CSW), Menteri Yohana menjadi vocal point mewakili Indonesia yang pada tahun 2017 mempunyai tema “Women’s economic empowerment in the changing world of works”.

Arah pembangunan Indonesia sesungguhnya sudah sejalan dan dapat menjawab berbagai tantangan untuk mencapai isu prioritas Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030.

 BACA JUGA:

Peringati Hari Perempuan Internasional, saatnya Ladies Lakukan 7 Kebiasaan Sehat Ini

Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai perayaan tahunan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini