Wanita Pinggangnya Besar Akibat Obesitas Akan Mudah Cemas

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 15:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 08 481 1869563 wanita-pinggangnya-besar-akibat-obesitas-akan-mudah-cemas-jnIDon88BS.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

BEBERAPA wanita dengan pinggang besar bisa menurunkan rasa percaya dirinya. Tapi di sisi lain, mereka lebih mudah cemas dalam menghadapi sesuatu.

Ada studi yang mengungkap rasa cemas dan pinggang besar. Banyak wanita yang cenderung gelisah punya pinggang besar, karena merasa tidak nyaman dan lain sebagainya.

Risiko tersebut biasanya muncul saat menginjak usai paruh baya. Ada perubahan bentuk pinggang yang tidak lagi tampak seksi.

Belum lagi, di masa menopause, wanita mengalami perubahan hormon, sehingga mereka gampang sekali merasa cemas. Hal ini dapat dicegah agar tidak berdampak buruk pada kesehatan mentalnya.

"Pinggang besar bisa kaitannya dengan obesitas, kemudian bisa mengembangkan risiko kecemasan. Banyak distribusi lemak yang menimbun di area pinggul," kata Direktur Eksekutif American Menopause Society (NAMS) Amerika Utara JoAnn Pinkerton.

Baca juga: Sumber Wabah Listeria yang Tewaskan 180 Orang di Afrika Selatan Akhirnya Ditemukan

Untuk penelitian yang diterbitkan dalam Menopause: The Journal of the North American Menopause Society, para peneliti menganalisis data dari lebih dari 5.580 wanita Amerika Latin paruh baya. Hubungannya terkait peningkatan lemak dan peluang mengembangkan kecemasan hampir sama rasionya.

Meskipun ini bukan pertama kalinya hubungan ini telah diperiksa, penelitian ini adalah yang pertama dengan perbandingan rasio. Kaitannya juga spesifik dengan kecemasan.

Risiko pinggang besar, wanita akan mudah mengalami penyakit kardiometabolik. Pedomannya karena wanita mengalami obesitas, sehingga ketika menopause ada perubahan bentuk tubuh secara drastis.

Baca juga: Baca juga: Bagaimana Otak Ibu Bekerja saat Mendengar Buah Hatinya Menangis?

Temuan menunjukkan dari 58% populasi penelitian, sebagian besar mereka mengalami rasa cemas akibat perubahan bentuk tubuh. Juga, dengan perubahan faktor hormon yang mengakibatkan wanita menjadi moody.

Akibat cemas, dampak kekhawatiran lainnya yakni terkait dengan risiko penyakit jantung, diabetes, masalah tiroid, gangguan pernapasan, dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Penelitian ini juga telah menunjukkan, peningkatan frekuensi kecemasan pada wanita pada usia paruh baya, kemungkinan akibat penurunan kadar estrogen. Mereka juga memiliki peran neuroprotektif besar yang mengatur suasana hati. Demikian dilansir Zeenews, Kamis (8/3/2018).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini