nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kelahirannya Sempat Tak Dikehendaki, Bocah 6 Tahun Pukuli Orangtuanya

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 08:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 09 196 1870064 kelahirannya-sempat-tak-dikehendaki-bocah-6-tahun-pukuli-orangtuanya-EvLPJwtPWK.jpg Anak Pukuli Orangtua (Foto: Dailymail)

Seorang ibu yang berstatus sebagai single parent di Oldbury, West Midlands, Inggris hampir setiap hari dipukuli anak perempuannya yang berusia 6 tahun. Kemarahan anaknya sangat sulit dikendalikan.

Wanita bernama Lisa itu hampir putus asa menghadapi putrinya, Demi yang tidak berhenti menyiksa dirinya setiap hari, jika sedang marah, Demi bisa melakukan kekerasan apa saja untuk melampiaskan kemarahan.

Sharon (57 tahun), ibunda Lisa, harus terus-menerus turun tangan melerai serangan cucunya terhadap anaknya sendiri. Bahkan dia sempat berpikir apakah cucunya memiliki sifat yang sangat nakal, sehingga prilakunya tidak bisa dihentikan.

“Dia tidak bisa diajak negosiasi. Kalau sedang marah, dia akan menendang, melempar benda apa saja ke arah ibunya. Demi tidak menghiraukan permohonan sang ibu agar dirinya tidak diserang,” kata Sharon seperti dilansir Dailymail, Jumat (9/3/2018).

Akhirnya Lisa mencari bantuan dari Laverne Antrobus, seorang psikolog anak yang sering ia lihat di Channel 5's Violent Child, Desperate Parents. Laverne mengatakan, bahwa Lisa harus punya kepercayaan diri untuk lebih tegas dengan gadis kecilnya.

“Keterlibatan Sharon dalam pengasuhan membingungkan Demi, dia menjadi tidak mengerti siapa yang bertanggung jawab di rumah. Lisa sebaiknya menggunakan teknik negosiasi dengan gadis kecilnya. Seperti menawarkan alternatif aktivitas saat dia mengamuk, daripada memancing lagi kemarahannya dengan mengatakan 'tidak',” jelas Laverne.

Lisa berkata tentang kepribadian Demi yang terbagi dua, "Dia bisa sangat cantik dan memberi cinta, ciuman, pelukan yang paling indah, lalu dia bisa berubah dalam hitungan detik,” ungkapnya.

Sang ibu tidak bisa melupakan Demi pernah menarik rambutnya, menampar, menendang, meninju, menyeretnya ke sekeliling ruangan, memelototinya sekaligus melempar barang-barang di sekitar rumah.

Lisa pun mengingat, apakah perbuatan Demi terhadapnya karena sang putri tahu bahwa kelahirannya dulu sempat tidak diharapkan.

"Saya sering berpikir, apakah dia merasa kalau saya pernah menolak dia ketika pertama kali lahir dan itulah sebabnya dia berbuat seperti itu terhadap saya?,” tanya Lisa

Tapi Laverne mengatakan tidak demikian. Itu hanya karena anak kecil itu bingung siapa orang dewasa yang harus ia turuti di rumah. Demi tidak menganggap Lisa seperti ibu.

“Saya bisa melihat ada kebingungan dalam diri Demi siapa sosok yang mengambil tanggung jawab di rumah. Apakah ibu atau neneknya? Kalau saya saja bingung maka Demi pasti bingung," katanya.

Laverne menasihati Lisa untuk menggunakan teknik negosiasi untuk membantu meredakan situasi tegang yang dihadapi Demi.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini