nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringati Hari Perempuan Internasional, 11 Wanita India Korban Penyiraman Air Keras Gelar Peragaan Busana

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 11:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 09 196 1870132 peringati-hari-perempuan-internasional-11-wanita-india-korban-penyiraman-air-keras-gelar-peragaan-busana-NMJgT7duXJ.jpg Korban Penyiraman Air Keras (Foto: Dailymail)

PERINGATAN Hari Perempuan Internasional dirayakan oleh setiap wanita di dunia, termasuk wanita-wanita korban serangan air keras di India. Acara yang melibatkan Yayasan Penyelamatan Korban Penyiraman Air keras dan Kesejahteraan Wanita (ASWWF) menampilkan 11 wanita melakukan peragaan busana di atas catwalk di Thane, Mumbai, Rabu, 7 Maret 2018.

Melansir dari Daily Mail, Jumat (9/3/2018), pertunjukkan peragaan busana diadakan sebagai bagian dari kampanye yang menyerukan agar penjualan air keras secara bebas dihentikan. Selain itu, pertunjukkan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan dampak kekerasan terhadap perempuan di Negara Bolywood tersebut.

Another women who was left scarred in an acid attack has her make-up done prior to the show

Pada saat peragaan berlangusng, 11 wanita tersebut tetap percaya diri berlenggok di atas catwalk menggunakan kain sari berwarna-warni. Di dalam kesempatan yang sama, para wanita juga membicara tentang cara mereka mendapatkan kembali rasa percaya diri setelah terluka dalam serangan brutal penyiraman air keras.

Yang lebih menyedihkan, satu dari 11 wanita itu tidak lagi memiliki alis dan kulit nampak seperti berkeriput. Namun, perias berhasil memoles wajahnya dengan kembali melukis sepasang alis.

Laxmi Agarwal salah satu wanita yang terlibat dalam peragaan busana mengungkapkan pengalaman menyedihkannya yang jadi korban penyiraman air keras oleh seorang pria berusia 32 tahun, yang ia tolak lamarannya. Laxmi juga mengatakan dirinya tidak mendengarkan apa kata orang, tapi ia tetap menjalani kehidupan. “Kami tidak ingin dihormati, kami menginginkan persamaan,” ucap Laxmi.

Selain terlibat dalam peragaan busana dalam memperingati Hari Perempuan Internasional 2018, Laxmi juga meminta Mahkamah Agung India agar menghentikan penjualan air keras. Tidak hanya Laxmi, Deepmala Tiwary yang juga ikut serta dalam pertunjukan menambahkan, “Apa yang orang pikirkan tentang kita tidak ada kaitannya, apa yang kita pikiran tentang diri kita itulah yang akan terjadi pada diri kita.”

Seperti diketahui ada dua pertiga dari 1.500 serangan air keras di seluruh dunia yang terjadi setiap tahunnya, dan India menjadi salah satu negara yang juga tidak luput dari kasus tersebut. Sebagian besar kasus terjadi karena ada anggota keluarga yang marah atau pasangan yang dicampakkan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini