Dokter Muda di Aceh Terjangkit Virus Difteri

Khalis Surry, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 09 481 1870361 dokter-muda-di-aceh-terjangkit-virus-difteri-bqZ9sJaT3K.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEORANG dokter muda di Aceh berinsial F terpaksa harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Kota Banda Aceh. Pasalnya, dokter yang hendak mengikuti intensif turun ke daerah tersebut harus menjalani perawatan karena terjangkit virus difteri.

Wakil Direktur Pelayanan RSUDZA, dr. Azharuddin mengatakan, dokter muda itu bukanlah pegawai dari rumah sakit tersebut. Pasien itu merupakan dokter muda yang hendak mengikuti program intensif setelah lulus dari kampus.

"Seorang dokter, bukan pegawai kita. Jadi dia baru saja menjadi dokter yang lagi menunggu intensif. Jadi setiap dokter yang baru lulus dari Fakultas Kedokteran yang harus berangkat ke daerah selama satu setengah tahun," kata Azharuddin kepada wartawan, Jumat (9/3/2018).

 (Baca Juga: Mengenal Penyakit Kebocoran Katup Jantung yang Dialami BJ Habibie)

Awal mula pasien terjangkiti difteri, kata Azharuddin, ketika sedang menunggu jadwal keberangkatan program intensif. Selama satu pekan menunggu jadwal, dokter itu mengalami demam, dan setelah diperiksa gelaja yang dialami itu pun sesuai dengan gejala-gelaja virus difteri.

"Setelah diperiksa memang dia mengalami gejala difteri sehingga kita mengambil selaput putihnya untuk dikirim ke laboratorium," jelas Azharuddin.

Setelah itu, penanganan dokter tersebut sama dengan penanganan atas pasien difteri lainnya. Katanya, perlakuannya sesuai dengan langkah-langkah dalam menangani pasien difteri. Pasien tersebut sudah diberikan ADS antibiotik selama delapan hari mendapat perawatan di rumah sakit Zainoel Abidin. Selanjutnya, pemberian antibiotik hanya tinggal dua hari lagi.

"Jadi dua hari lagi kita berikan antibiotik. Kita selalu ada parameter untuk mengukur kondisi perkembangan pasien, hasilnya ecg-nya sudah normal, kita akan memulangkannya pada hari ke-sepuluh," ujarnya.

Selama ini, Azharuddin menyebutkan bahwa dokter yang terkena difteri tersebut baru lulus dari Fakultas Kedokteran, jadi belum pernah bekerja di fasilitas kesehatan. Kendati demikian, pihak rumah sakit mencari sumber yang menyebabkan penularan difteri terhadap dokter muda itu.

  (Baca Juga: Selain Menu Sarapan, Ini 5 Alasan Perlu Makan Buah di Pagi Hari)

"Dia belum bekerja, dokter baru lulus dia belum bekerja fasilitas kesehatan, kalau membantu kayak bekerja di klinik supaya ilmunya tidak lupa itu ada. Jadi kita ada tanyakan, kita selalu mencari kemungkinan pasien itu tertular dari mana yang kita curigai," pungkasnya.

Selama 2018, pihak rumah sakit sudah menangani sebanyak 58 pasien difteri di Aceh. Namun, kata Azharuddin, tidak semua pasien harus dirawat di rumah sakit, setelah mendapatkan perawatan para pasien kembali ke rumah. Kini sekira tiga orang pasien difteri yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

"Kita koordinasi dengan Dinas Kesahatan sampai minggu kedua Maret ini sudah 58 orang kita tangani, total akumulasinya. Sekarang yang dirawat di rumah sakit sebanyak tiga orang," pungkasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini