nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Cita Rasa yang Ciamik, Ini yang Membuat Kopi Liberika Jambi Mahal dan Langka

Vessy Frizona, Jurnalis · Sabtu 10 Maret 2018 23:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 10 298 1870730 selain-cita-rasa-yang-ciamik-ini-yang-membuat-kopi-liberika-jambi-mahal-dan-langka-8z3Rl57vzP.jpg Tanaman kopi liberika (Foto: Caffecoffea)

INDONESIA memiliki banyak daerah penghasil kopi. Mulai dari kopi arabika, robusta, dan liberika.

Namun, jenis kopi liberika memang lebih langka ketimbang dua jenis kopi lainnya. Tetapi, perlu diketahui bahwa ada satu daerah di Indonesia yang menjadi penghasil kopi liberika terbanyak. Tepatnya, di Provinsi Jambi.

Diungkapkan Sekretaris Perindag Provinsi Jambi, Nataluddin, kopi jenis liberika ini merupakan jenis kopi satu-satunya yang hanya ada di Jambi. Tak hanya menjadi satu-satunya, liberika juga memiliki keunikan tersendiri, yang mana kopi jenis ini tumbuh dan berkembang biak di tanah gambut.

Meski kualitas dan pamornya masih kalah dengan jenis kopi robusta dan arabika, jelas Nataluddin, liberika memiliki harga jual yang lebih mahal.

"Sekilo liberika dijual dengan harga 120 ribu. Kalau arabika atau robusta sekilonya berkisar antara 60 sampai 70 ribu," ujar Nataluddin di Pameran & Expo Kopi Nusantara 2018 dalam rilis yang diterima Okezone.

Soal harga yang lebih mahal, Nataluddin menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan kopi liberika sudah memiliki pembeli tersendiri, sehingga masyarakat sangat sulit untuk mendapatkannya, terkecuali untuk acara-acara tertentu.

"Mahal bukan karena langka, tapi petani yang menanam kopi liberika sudah punya pembeli sendiri. Pembelinya perusahaan minyak. Pas panen, kopi liberika diborong semua (berapapun produknya). Jadi, kalau masyarakat mau beli harganya pasti mahal, apalagi kalau untuk bisnis," beber Nataluddin.

Selain itu, mahalnya kopi liberika juga disebabkan oleh minimnya hasilnya ketika menjadi kopi bubuk. Misalnya, satu kilogram biji kopi liberika ketika diolah hanya menjadi sekira 100 gram kopi bubuk, sementara dengan jumlah yang sama, kopi arabika dan robusta bisa menghasilkan 700 gram kopi bubuk. Minimnya hasil olahan tersebut disebabkan oleh kulit biji kopi liberika yang lebih tebal dibanding kopi arabika dan robusta.

Meski liberika merupakan kopi unik, akan tetapi Nataluddin tak menampik jika kopi arabika dan robusta khas Jambi juga mempunyai cita rasa yang ciamik serta memiliki penggemar tersendiri. Untuk kopi robusta misalnya, Nataluddin mengatakan jika tanaman kopi robusta di Jambi ditanam pada lahan yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dan umurnya sudah ratusan tahun.

"Kalau untuk cita rasa robusta khas Jambi itu agak asam yang khas, sedangkan arabika dari Jambi lebih sweetness. Dan di Jambi itu, pengolahannya dilakukan secara homemade skala rumah tangga. Jadi benar-benar murni dan asli. Dan perlu diketahui bahwa kopi-kopi dari Jambi sudah diimpor ke berbagai negara, Australia, Eropa, dan Amerika. Untuk Amerika, kopi kami paling banyak beredar di daerah Virginia," pungkas Nataluddin.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini