nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pantai Tapak Kera, Bertabur Spot Instagramable dengan Latar Karang dan Ombak Memukau

Tri Purna Jaya, Jurnalis · Sabtu 10 Maret 2018 11:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 10 406 1870672 pantai-tapak-kera-bertabur-spot-instagramable-dengan-latar-karang-dan-ombak-memukau-qNldbsp3gx.jpg (Foto: Tri Purna Jaya/Okezone)

BANDAR LAMPUNG - Faktor paling penting pada plesiran ‘Zaman Now’ sudah tentu lokasi yang instagramable. Mau sampai pelosok pun, traveler Instagram pasti memburu lokasi wisata itu.

Seperti Pantai Tapak Kera yang berada di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Pantai tersembunyi yang ada di pelosok pesisir Kalianda itu kini mulai diburu para ‘Traveler Instagram’ di Lampung.

Pantai ini tak direkomendasikan untuk berenang. Karena ombak yang besar dan tebing-tebing batu membuatnya berbahaya. Keunggulan pantai ini terletak pada bebatuan karang dan tebing yang berada di sisinya. Hampir menyamai keindahan Pantai Gigi Hiu di Tanggamus.

Kendati demikan, traveler bisa bermain air di tepi pantai yang berada di Desa Kejuruan Merak Belatung ini. Spot foto di pantai ini sangat banyak dan ‘instagramble’. Pengunjung bisa bersantai di bebatuan di pinggir pantai sambil menikmati deburan ombak.

Meski baru seumur jagung dibuka untuk umum, para traveler dari penjuru Lampung sudah mendatangi pantai ini. Di pantai ini pengunjung bisa menikmati keindahan hamparan laut disertai semilirnya deburan ombak.

Seorang traveler asal Bandar Lampung, Efran Kurniawan (26) mengatakan, Pantai Tapak Kera memiliki banyak variasi tempat untuk berfoto. Dia pun senang dengan pemandangan yang ada di pantai ini.

“Sangat senang bisa menikmati keindahan pantai yang tersembunyi ini. Pantai Tapak Kera beda dengan pantai-pantai yang di Lampung. Saya baru pertama kali kali datang ke sini bersama teman-teman,” kata dia, beberapa waktu lalu.

(Baca Juga: Menjelajahi Jejak Meletusnya Gunung Anak Krakatau)

M. Thoyib, salah warga setempat yang mengelola Pantai Tapak Kera mengatakan, pantai ini belum memiliki pengelola. Saat ini dikelola warga sekitar secara swadaya. “Kalau sekarang masih kami yang mengelola. Karena pantai masih milik perusahaan tambak. Jadi belum dapat dikelola sepenuhnya,” katanya.

Menurutnya, pantai ini diberi nama Tapak Kera, kerena pada sore hari biasanya banyak kera yang turun ke pinggir pantai. “Dulu itu di sini banyak keranya. Makanya warga sini memberi nama Pantai Tapak Kera,” katanya.

(Baca Juga: Indahnya Hidden Paradise di Air Terjun Ciupang Lampung)

Bagi traveler yang ingin mencoba berkunjung ke pantai ini bisa melalui dua skema, yakni melalui Bandar Lampung atau melalui Pelabuhan Bakauheni.

Jika traveler menggunakan pesawat, dari Bandara Radin Intan II menuju Bandar Lampung. Kemudian disambung dengan mobil sewa atau naik bus yang menuju arah Pelabuhan Bakauheni. Jika naik bus, turun di Kalianda lalu disambung dengan angkutan umum menuju pantai tersebut. Skema perjalanan ini bisa ditempuh sekira dua jam.

Sedangkan jika melalui Pelabuhan Bakauheni, naik bus yang menuju arah Bandar Lampung dan turun di Kalianda. Kemudian disambung menggunakan angkutan umum. Untuk skema perjalanan ini hanya ditempuh selama 30 menit. Masyarakat setempat mengenakan tarif uang kebersihan sebesar Rp5 ribu – Rp10 ribu dan parkir Rp5 ribu (motor) serta Rp10 ribu (mobil).

Akses menuju pantai sendiri masih terbilang sulit karena traveler harus berjalan kaki melewati jalan setapak selama 10 menit dari tempat parkir. Namun, sepanjang jalan pengunjung menyusuri bukit ladang pertanian jagung dan sejumlah pohon besar.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini