nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Milenial Jangan Malu Bertani untuk Kembangkan Hasil Pangan Khas Indonesia

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 14:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 12 298 1871397 anak-milenial-jangan-malu-bertani-untuk-kembangkan-hasil-pangan-khas-indonesia-9U1zVxNlMk.jpg Ragam hasil pertanian khas Indonesia (Foto: Dok.Okezone)

MENGAJARKAN anak untuk bertani sejak muda punya banyak keuntungan dalam mengembangkan hasil pangan. Anak muda dianggap lebih kreatif dan hasil panennya nanti bisa dikonsumsi masyarakat kapan saja.

Sebab, kian lama rata-rata usia petani di Indonesia sudah semakin tua. Mereka juga tinggal di pedesaan dan bertani dengan teknik manual sesuai budaya nenek moyangnya.

Maka itu, tak ada salahnya anak-anak generasi milenial membantu mengembangkan dunia pertanian dengan cara kreatif. Mereka adalah penerus petani yang sudah seharusnya istirahat.

Ahli Pertanian dari Institut Pertanian Bogor Bayu Krisnamurthi mengatakan, sekira 60% petani Indonesia usianya sudah 50 tahun ke atas. Kalau anak-anak zaman sekarang tidak belajar bertani, dikhawatirkan produk pangan dari tumbuhan asli Indonesia bisa berkurang.

"Kalau petaninya lebih sepuh, bagaimana nanti masa depan Indonesia. Kita butuh anak muda yang melek teknologi di bidang pertanian," ujar Bayu saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Kalau generasi milenial tidak tanggap dengan pentingnya bertani, menurut Bayu, hal itu jadi tantangan besar dalam menghasilkan bahan pangan lokal.

Anak generasi milenial sudah seharusnya diajak lebih kreatif di bidang pertanian. Bila dilihat, pertumbuhan pertanian di Indonesia sangat kecil. Agar tidak terbengkalai, orangtua juga harus mendorong anaknya agar mau menjadi wiratani muda yang akan banyak mendapat keuntungan.

"Wiratani muda itu keren, mereka harus kreatif falam pengolah hasil bumi. Misalnya tanam padi, singkong, kacang-kacangan, buah dan sayuran hidroponik," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bayu juga memberikan tips kepada kaum milenial agar mampu menjadi wiratani yang handal. Selain kreatif, ada banyak hal yang harus diterapkan untuk memulai bertani. Kira-kira seperti apa?

Punya keinginan kuat

Menjadi wiratani muda tidak boleh terpaksa apalagi bagi kaum milenial. Mereka harus punya keinginan kuat untuk berinovasi. Selain itu, harus tahu pula jenis tanaman apa yang akan dikembangkan supaya hasilnya maksimal. Terlebih, jika ingin bertani mulailah dari hal kecil supaya tidak sia-sia.

Ada dukungan

Orang-orang di lingkungan sekitar harus mendukung generasi milenial supaya mau bertani. Mereka akan jadi semangat dan peduli dengan orang lain. Sehingga, keinginannya untuk bertani pasti akan terwujud dan menguntungkan banyak orang.

Punya rasa peduli

Wiratani muda harus menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Alih-alih bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Usaha mereka pasti akan tercapai dalam mengembangkan atau membudidayakan tanaman pangan. Karena dukungan dari orang lain sangat besar dan dibantu dengan cara maksimal.

Melek teknologi

Agar bertani kesannya tidak kuno, becek, butuh lahan besar dan masalah klasik lainnya, generasi milenial harus tahu teknologi. Dengan teknologi, bagaimana caranya menanam padi atau tanaman pangan lainnya berhasil dengan cara ideal dan sederhana. Sudah banyak contoh generasi muda yang memanfaatkan hal ini, sehingga mereka berhasil mengembangkan hasil pangan yang dikonsumsi untuk masyarakat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini